JAKARTA — Nama Million Manhoef kini ikut meramaikan diskusi soal pemain diaspora yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia menjelang Piala Asia 2027. Winger kelahiran Belanda ini dikenal lincah di kedua sisi sayap, dengan pengalaman bermain di kompetisi Eropa yang membuatnya layak dipantau.
Manhoef lahir pada 3 Januari 2002 dan sempat memperkuat Vitesse di Belanda. Catatan 77 penampilan dengan 15 gol menjadi modal penting dalam kariernya. Ia juga pernah dikaitkan dengan Stoke City di Inggris. Kemampuan bermain di kanan maupun kiri lini serang memberi variasi serangan: kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan penetrasi dari sektor melebar.
Meski demikian, peluangnya membela Indonesia masih membutuhkan verifikasi. Garis keturunan, status kewarganegaraan, serta regulasi FIFA menjadi faktor penentu. Riwayat penampilan internasional bersama tim junior Belanda juga harus diperiksa sebelum peluang naturalisasi benar-benar terbuka.
Selain Manhoef, sejumlah nama lain turut masuk daftar pemantauan. Dari sektor depan ada Markús Páll Ellertsson (ÍA Akranes, Islandia), Dean Zandbergen (Dinamo București, Rumania), dan Jahnoah Markelo (Shabab Al-Ahli, UEA). Di lini tengah, muncul Samuel Silalahi (Grorud IL, Norwegia), Julian Oerip (Jong AZ, Belanda), Demiane Agustien (Arsenal U-21, Inggris), serta Tristan Schenkhuizen (VVV-Venlo, Belanda).
Sektor pertahanan bahkan lebih ramai: Daijiro Chirino (UD Almería, Spanyol), Tristan Gooijer (Lommel SK, Belgia), Ethan Kohler (New England Revolution, AS), Pascal Struijk (Brighton & Hove Albion, Inggris), Jenson Seelt (Swansea City, Inggris), Jayden Oosterwolde (Fenerbahçe, Turki), dan Reno Münz (KVC Westerlo, Belgia). Untuk posisi kiper, nama Kayne van Oevelen dikaitkan dengan Valencia CF di Spanyol.

