Kota Sukabumi

Kelurahan Subangjaya Bangun Ekosistem Sampah

×

Kelurahan Subangjaya Bangun Ekosistem Sampah

Sebarkan artikel ini

RADARSUKABUMI. COM — Pemerintah Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan dunia usaha. Salah satu terobosan yang mulai dilakukan yakni, menggandeng sektor usaha melalui kerja sama pengelolaan limbah operasional bersama Bank Sampah Mandiri (BSU).

Lurah Subangjaya Jumyati mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, ramah lingkungan, sekaligus berkelanjutan.

Dunia usaha, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai diarahkan untuk memiliki sistem pengelolaan sampah yang jelas.

“Kelurahan Subangjaya bersama Bank Sampah Mandiri membuat terobosan baru dalam pengelolaan sampah, yaitu melakukan kerja sama dengan dunia usaha, salah satunya SPPG,” kata Jumyati kepada Radar Sukabumi, Jumat (4/9).

Menurutnya, kerja sama tersebut bertujuan memastikan limbah operasional, terutama sisa atau limbah dapur serta sampah anorganik, dapat dikelola dengan baik. Sampah yang dihasilkan tidak sekadar dibuang, tetapi dipilah dan disalurkan melalui mekanisme bank sampah.

Dengan pola tersebut, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali, sementara pencatatan administrasinya dilakukan secara tertib. Sistem ini juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Tujuannya agar limbah operasional dikelola secara tertib, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sampah tidak sampai ke TPA karena dikelola oleh bank sampah dan tercatat secara administrasi,” jelasnya.

Gerakan tersebut, mulai dilaksanakan oleh BSU Mandiri Kelurahan Subangjaya sebagai langkah awal memperluas pengelolaan sampah tidak hanya dari lingkungan rumah tangga, tetapi juga dari aktivitas dunia usaha.

“Sebab itu, kami mulai berusaha melakukan penjajakan kerjasama dengan SPPG salah satunya untuk menekan tingginya sampah yang masuk ke TPA,” cetusnya.

Jumiyati berharap, kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya di wilayah Subangjaya untuk ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari kegiatan operasionalnya.

“Semoga dengan gerakan ini, selain sampah rumah tangga, limbah dari dunia usaha juga bisa terkelola dengan baik,” pungkasnya. (bam)