CIAMIS – Guna merealisasi aspirasi warga masyarakat, Pemprov Jawa Barat (Jabar) abar dan Pemda Kabupaten Ciamis berkomitmen menyediakan jalan mulus bagi masyarakat. Kolaborasi ini dengan berbagi peran dalam perbaikan jalan di Kabupaten Ciamis.
Sebagaimana dikatakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, bahwa Pemprov Jabar berencana memperbaiki jalan rusak (terutama) di Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis pada 2027.
Karena jalan di wilayah tersebut saat ini dalam kondisi rusak. Sedangkan untuk jalan rusak di wilayah lain, yakni di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Ciamis akan diperbaiki oleh Pemkab Ciamis.
Salah satu kondisi jalan yang rusak di Ciamis tersebut sempat dilewati oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM) -sapaan akrab Dedi Mulyadi- pada Jumat (16/10) lalu, KDM pun langsung menampung aspirasi masyarakat yang minta jalan diperbaiki.
KDM pun telah meminta Bupati Ciamis Herdiat Sunarya untuk mengalokasikan dana/anggaran perbaikan jalan di Desa Cintajaya dalam belanja Pemkab Ciamis pada 2027 mendatang.
Untuk perkiraan anggarannya, menurut perhitungan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum, biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan di desa tersebut Rp11 miliar untuk jalan kabupaten, dan Rp5 miliar bagi jalan desa
“Ini bagian dari sinergi kita, jalan yang satu desa ditangani oleh pemerintah provinsi dan jalan yang di desa lain ditangani oleh pemerintah kabupaten,” kata KDM dikutip laman Pemprov Jabar, pada Kamis (22/10/2026).
Dikatakan KDM bahwa kolaborasi antara Pemprov Jabar dan Pemda kabupaten/ kota perlu dijalin untuk membangun Jawa Barat. Termasuk dalam perbaikan jalan rusak, tugas itu dijalankan dengan berkolaborasi pemerintah kabupaten/ kota.
Diketahui sebelumnya, bahwa persoalan kondisi jalan rusak di beberapa wilayah di Ciamis sempat mencuat ke dunia maya (medsos) dalam sebuah rekaman video, dalam video itu terlihat warga mengalihkan jalur rombongan Gubernur Jabar ke jalan rusak di Ciamis
Pengalihan itu menurut KDM, sebagai bentuk protes warga terhadap kondisi jalan (menurut warga sejak tahun 2012) rusak. KDM juga menegaskan, kritik mengenai infrastruktur (jalan) bukanlah persoalan yang membuatnya marah.
Namun, masalahnya pengalihan itu tidak adanya penjelasan yang memadai mengenai jalur yang harus dilalui rombongan KDM. Ia mengaku awalnya mengira jalan tersebut merupakan akses menuju lokasi kegiatan yang hendak dihadirinya, pungkasnya. (Ron/*)