JAKARTA — Setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, ambisi Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan media asing. Harian Vietnam, Dan Tri, menulis bahwa skuad Garuda di bawah asuhan John Herdman masih berupaya meningkatkan kualitas tim untuk menghadapi Piala Asia 2027 dan kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dalam laporan yang terbit Jumat (16/10), Dan Tri menyebut ada delapan pemain diaspora yang dikaitkan dengan peluang memperkuat Indonesia melalui jalur naturalisasi. Nama-nama itu tersebar di berbagai kompetisi Eropa, mulai dari Arsenal U-21, Brighton & Hove Albion, hingga Fenerbahçe.
Daftar delapan pemain tersebut antara lain:
- Tristan Schenkhuizen (VVV-Venlo, Belanda)
- Julian Oerip (Jong AZ, Belanda)
- Jenson Seelt (Swansea City, pinjaman dari Sunderland)
- Tristan Gooijer (Lommel SK, Belgia, eks Ajax Amsterdam)
- Dean Zandbergen (Dinamo București, Rumania)
- Demiane Agustien (Arsenal U-21)
- Pascal Struijk (Brighton & Hove Albion, Inggris)
- Jayden Oosterwolde (Fenerbahçe, Turki)
Meski daftar itu mencakup berbagai posisi, dari lini tengah hingga pertahanan, peluang mereka membela Indonesia tetap bergantung pada persyaratan administrasi dan regulasi FIFA.
Pelatih John Herdman menegaskan pencarian pemain keturunan tidak hanya dilakukan di Eropa. Pemantauan juga mencakup kompetisi domestik dan Amerika Utara. Ia menyebut nama Taisei Marukawa sebagai salah satu yang masuk radar, sembari menekankan pentingnya peran pelatih U-20 Nova Arianto dalam mengidentifikasi talenta muda.
Namun, kasus Dean Zandbergen menjadi contoh nyata sulitnya jalur keturunan. Penyerang Dinamo București itu diketahui memiliki darah Indonesia dari buyut, sehingga tidak memenuhi syarat FIFA. “Kami sempat dekat dengan Dean Zandbergen, tetapi garis keturunannya tidak memenuhi syarat,” kata Herdman.

