JAKARTA — Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan bahwa skuad Garuda tidak perlu menampilkan permainan sepak bola yang indah saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Bagi Herdman, hasil akhir menjadi prioritas utama. “Ini adalah final. Kita tidak perlu bermain dengan indah. Yang penting adalah tahu bagaimana memanfaatkan peluang dan memenangkan pertandingan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Pesan Herdman mencerminkan pendekatan pragmatis. Ia meminta para pemain Indonesia fokus pada efektivitas, fleksibilitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap berbagai strategi Thailand. Menurutnya, Gajah Perang bisa bermain sabar, menyerang langsung, atau menguasai bola untuk menguras stamina Garuda. Karena itu, konsentrasi penuh dan pengambilan keputusan cepat menjadi kunci.
Indonesia membawa modal penting ke final. Energi pemain muda, kondisi fisik prima, serta pengalaman sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri menjadi kekuatan tersendiri. Kekompakan skuad yang terus berkembang di setiap laga juga menambah optimisme. Final ini sekaligus menjadi kesempatan generasi saat ini mencatat sejarah.
Namun, catatan pertemuan menunjukkan tantangan besar. Berdasarkan data, Indonesia dan Thailand sudah bertemu 78 kali sejak 1957. Thailand unggul dengan 37 kemenangan, sementara Indonesia meraih 25 kemenangan dan 16 hasil imbang. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Garuda belum pernah menang, termasuk kekalahan di final Piala AFF 2020 dengan agregat 2-6. Kemenangan terakhir Indonesia atas Thailand terjadi pada Desember 2016 di leg pertama final AFF, meski akhirnya gagal juara.

