Kota Sukabumi

Dihantam Kemarau dan Debu, Kasus ISPA Malah Melandai!

×

Dihantam Kemarau dan Debu, Kasus ISPA Malah Melandai!

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Sukabumi selama Agustus 2026 tercatat masih stabil. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 948 kasus ISPA yang dilaporkan dari sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina mengatakan, angka tersebut merupakan jumlah kasus yang tercatat khusus selama Agustus. “Kasus ISPA di bulan Agustus ada 948 kasus. Tapi kalau dibandingkan dengan bulan sebelumnya, cenderung stabil,” kata Denna kepada Radar Sukabumi, Rabu (2/9).

Menurutnya, kondisi tersebut cukup positif mengingat Agustus bertepatan dengan musim kemarau dan peningkatan suhu. Secara proyeksi, cuaca panas, debu, serta perubahan kondisi lingkungan dapat berpotensi memicu peningkatan gangguan saluran pernapasan. Namun, berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan dari fasilitas kesehatan, peningkatan kasus ISPA justru tidak terjadi secara signifikan. Kondisinya masih berada dalam kategori stabil.

“Kalau kita proyeksikan dengan peningkatan suhu dan musim, biasanya terjadi kenaikan kasus ISPA karena cuaca panas, debu dan lainnya. Tapi ternyata justru stabil,” jelasnya.

Selain ISPA, kasus pneumonia yang juga berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan justru mengalami penurunan. Pada Juli tercatat sebanyak 44 kasus pneumonia, sedangkan pada Agustus turun menjadi 30 kasus. Denna menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup sehat. Salah satunya dengan menjaga asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi selama cuaca panas.

“Minumnya yang banyak, terhidrasinya bagus, kemudian pemakaian masker ketika di udara panas atau berdebu,” paparnya.

Dinkes Kota Sukabumi terus melakukan pemantauan melalui sistem pencatatan dan pelaporan yang terintegrasi. Pelaporan tersebut berasal dari 15 puskesmas, enam rumah sakit, serta fasilitas kesehatan lainnya seperti klinik.

Denna mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengantisipasi paparan debu maupun udara yang kurang baik, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. “Penggunaan masker dan menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan saluran pernapasan,” pungkasnya. (bam)