sukabumimetro.com/ – Suasana berbeda terlihat saat Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama Wakapolres, Kompol Andi Agustian Pranata menyambangi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Sauyunan di Kampung Kadulawang, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.
BAMBANG SURYANA, SUKABUMI
Kunjungan tersebut, bukan sekadar agenda silaturahmi. Di tengah aktivitas warga mengelola kolam ikan, Kapolres Sukabumi Kota melihat langsung sebuah potensi lokal yang tumbuh dari semangat masyarakat dan gotong royong.
AKBP Sentot tampak meninjau kawasan budidaya ikan yang selama kurang lebih tujuh tahun dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Dari lahan yang dirintis secara bertahap, warga kemudian berhasil membangun kelompok pembudidaya ikan yang kini mulai diarahkan menuju pengembangan kawasan wisata.
Perjalanan Pokdakan Mina Sauyunan menjadi gambaran bahwa potensi ekonomi masyarakat dapat tumbuh ketika dikelola secara konsisten. Bukan hanya menghasilkan ikan, kawasan tersebut perlahan memiliki daya tarik lain yang dinilai dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat.
AKBP Sentot mengapresiasi semangat warga Cipanengah yang mampu membangun dan mengelola potensi perikanan secara mandiri. Menurutnya, keberadaan Pokdakan Mina Sauyunan merupakan aset yang patut mendapatkan perhatian dan dikembangkan secara bersama-sama. “Kami sangat terkesan. Ternyata di Kelurahan Cipanengah ini warganya sangat peduli terhadap pengelolaan perikanan, dibangun dari nol hingga terbentuk Pokdakan, dan kini mulai dirintis arah pengembangan wisata,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo kepada Radar Sukabumi, Senin (5/10).
Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat tersebut memiliki nilai lebih karena tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi. Jika dikembangkan secara serius, kawasan Mina Sauyunan dapat menjadi tempat masyarakat belajar mengenai budidaya ikan sekaligus menikmati suasana lingkungan yang dikelola warga. Ia bahkan melihat peluang untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi pariwisata edukasi. Pengunjung nantinya tidak hanya datang untuk menikmati suasana, tetapi juga dapat mengenal proses budidaya ikan dan berbagai potensi ekonomi yang dikembangkan masyarakat. “Ini sangat bagus untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata sekaligus sarana edukasi,” ujarnya.
Lokasi Pokdakan Mina Sauyunan juga memiliki posisi yang cukup strategis. Ditambah dengan semangat gotong royong warga serta kepedulian terhadap lingkungan, modal sosial tersebut dinilai menjadi kekuatan penting untuk mengembangkan kawasan secara berkelanjutan. Potensi yang dimiliki Mina Sauyunan pun dinilai tidak sebatas sektor perikanan. “Kami melihat peluang pengembangan berbagai komoditas lain yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekitar, termasuk buah-buahan dan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” ucapnya.
Dengan konsep tersebut, kawasan Mina Sauyunan berpeluang menjadi sebuah kawasan ekonomi masyarakat yang saling terhubung. Hasil budidaya ikan dapat menjadi produk utama, sementara hasil pertanian, buah-buahan dan UMKM warga dapat menjadi produk pendukung bagi wisatawan yang berkunjung. “Selain hasil perikanan, nantinya produk buah-buahan dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) juga dapat kita kembangkan bersama di sini. Insyaallah ke depan kita bangun dan besarkan potensi ini secara bersama-sama,” ungkapnya.
Bagi Sentot, pengembangan potensi masyarakat membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat mengembangkan potensi wilayahnya. “Karena itu, kami berharap komunikasi dan kerja sama antara kepolisian dengan masyarakat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka ruang bagi berbagai inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi warga,” ulasnya.
Kehadiran Kapolres bersama jajaran di tengah masyarakat juga menjadi dorongan tersendiri bagi Pokdakan Mina Sauyunan. Semangat warga yang selama bertahun-tahun menjaga dan mengembangkan kawasan tersebut mendapat perhatian sekaligus dukungan untuk terus berkembang. “Ke depan, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya dikenal sebagai lokasi budidaya ikan. Lebih jauh, Mina Sauyunan dapat tumbuh menjadi ruang interaksi masyarakat, pusat edukasi perikanan, sekaligus destinasi wisata lokal yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga Cipanengah,” tukasnya. (*)







