JAKARTA — Nama Daijiro Florencio Chirino mulai mencuri perhatian pencinta sepak bola Indonesia. Bek kanan berusia 24 tahun itu mencetak gol untuk UD Almería dalam kemenangan 3-0 atas CD Leganés pada lanjutan kompetisi kasta kedua Liga Spanyol, 11 Oktober 2026. Gol tersebut bukan hanya menambah keunggulan tim, tetapi juga membuka diskusi baru: apakah pemain diaspora keturunan Maluku ini layak masuk radar Timnas Indonesia?
Dalam laga tersebut, Almería unggul lewat dua gol Miguel de la Fuente sebelum Chirino melengkapi kemenangan pada menit ke-61. Berawal dari serangan cepat, Chirino melepaskan tembakan kaki kanan yang menaklukkan kiper Leganés. Kontribusi ini menarik perhatian karena ia bukan penyerang, melainkan bek kanan yang mampu membantu serangan dari sisi lapangan.
Chirino lahir di Zwolle, Belanda, pada 24 Juni 2002. Ia meniti karier sepak bola melalui akademi PEC Zwolle sebelum melanjutkan perjalanan ke Spanyol. Musim ini, ia sudah tampil sebagai starter dalam lima pertandingan dengan total 448 menit bermain, mencatatkan satu gol, dan memiliki rating rata-rata 6,78. Catatan tersebut menjadi indikasi awal kualitasnya, meski penilaian lebih menyeluruh tetap diperlukan.
Menurut mantan pesepak bola Indonesia, Yussa Nugraha, posisi bek kanan masih menjadi sektor yang perlu diperkuat Timnas Indonesia. Dalam sepak bola modern, bek kanan dituntut bukan hanya bertahan, tetapi juga membantu serangan, melakukan overlap, dan menjaga keseimbangan tim. Karena itu, kedalaman skuad di posisi ini penting, terutama menghadapi jadwal padat dan risiko cedera.

