Bupati Asep Japar mengecam keras tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan. “Kekerasan di sekolah akan mengganggu psikologi anak-anak dan merusak dunia pendidikan. Saya minta ibu tetap sabar, biarkan proses ini menjadi ranah hukum. Ini bukan hanya mengganggu pendidikan, tapi juga mencoreng profesi jurnalis yang sesungguhnya,” tegasnya.
Selain memberikan dukungan moril, bupati meminta Kadisdik melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar kasus serupa tidak kembali terulang. “Sekolah harus menjadi ruang aman bagi guru dan siswa. Tidak boleh ada intimidasi,” pungkasnya.(*)

