Kota Sukabumi

Bukan Sembarang Modus! Dinsos Sukabumi Turun ke Selabatu Demi Modal Usaha Warga

×

Bukan Sembarang Modus! Dinsos Sukabumi Turun ke Selabatu Demi Modal Usaha Warga

Sebarkan artikel ini

sukabumimetro.com/ – Upaya mendorong keluarga rentan agar mampu bangkit secara ekonomi terus dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi melalui program pemberdayaan sosial. Salah satunya melalui asesmen Modal Usaha (Modus) yang dilaksanakan Dinas Sosial di Kelurahan Selabatu sebagai langkah awal untuk memetakan kebutuhan dan potensi calon penerima bantuan usaha.

Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Lulis Delawati menjelaskan asesmen tersebut merupakan bagian dari program prioritas jaminan sosial ekonomi yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat.

“Melalui proses ini, petugas tidak hanya melakukan pendataan administratif, tetapi juga menggali kondisi sosial dan ekonomi keluarga melalui wawancara serta peninjauan langsung ke lapangan,” ujar Lulis kepada Radar Sukabumi.

Menurut Lulis, program Modus terintegrasi dengan gerakan Pemerintah Kota Sukabumi bertajuk “Ayeuna Waktuna Berbagi Berkah” melalui Program 12 PAS atau 12 Pemerlu Atensi Sosial.

Integrasi tersebut menjadi upaya memperluas perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan, khususnya keluarga rentan yang memiliki peluang untuk mengembangkan usaha produktif.

“Melalui asesmen ini, kami ingin melihat secara langsung kondisi keluarga, kebutuhan yang dihadapi, serta potensi usaha yang dapat dikembangkan. Harapannya, bantuan yang diberikan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan bisa mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat,” ucap Lulis.

Pelaksanaan asesmen dilakukan oleh Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinas Sosial Kota Sukabumi. Tahapan ini menjadi penting untuk memastikan intervensi yang direncanakan tidak hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk meningkatkan penghasilan secara berkelanjutan.

“Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, dukungan modal usaha diharapkan dapat menjadi pemantik bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif di tingkat kelurahan. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bantuan, melainkan juga oleh kesesuaian jenis usaha, kemampuan penerima dalam mengelola modal, serta pendampingan yang diperlukan selama usaha berjalan,” paparnya.

Lulis menegaskan, pendekatan langsung melalui asesmen menjadi bagian dari upaya membangun program sosial yang lebih tepat sasaran. Dengan memahami kondisi riil masyarakat, pemerintah dapat memetakan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing calon penerima manfaat.

“Melalui program Modus, kami berharap keluarga rentan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha, memperkuat pendapatan, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dari tingkat kelurahan,” tandasnya. (ris).