sukabumimetro.com/ – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi, mengambil sikap tegas terhadap maraknya ancaman judi online (judol) yang dinilai tidak hanya merusak kondisi ekonomi dan kehidupan keluarga, tetapi juga dapat mengganggu integritas serta profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Sukabumi, Iskandar Ifhan mengatakan, seluruh ASN di lingkungan Dishub harus mampu menjaga diri dari segala bentuk aktivitas perjudian, termasuk judi online.
“Sebagai ASN, kita harus menjaga integritas dan profesionalitas. Jangan sampai terlibat dalam judi online karena dampaknya bukan hanya kepada pribadi, tetapi juga bisa merusak keluarga dan karier,” kata Iskandar kepada Radar Sukabumi, Selasa (8/9).
Menurutnya, ASN memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Karena itu, setiap pegawai harus mampu menjaga perilaku, disiplin dan etika, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ulasnya.
Iskandar menjelaskan, judi online (judol) merupakan salah satu aktivitas yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam persoalan yang lebih besar.
Ketika sudah kecanduan, bukan tidak mungkin kondisi tersebut berdampak terhadap keuangan, hubungan keluarga hingga produktivitas dalam bekerja.
“Jangan sampai karena judi online, konsentrasi kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu. Layani masyarakat dengan sepenuh hati, bukan dengan keresahan,” jelasnya.
Ia mengajak, seluruh jajaran Dishub Kota Sukabumi untuk menjadikan integritas sebagai bagian penting dalam menjalankan tugas. Menurutnya, menjaga nama baik institusi harus dimulai dari perilaku setiap individu. “Jaga integritas, fokus pada tugas dan lindungi keluarga. Hindari judi online mulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Pesan tersebut juga digaungkan Dishub Kota Sukabumi melalui media sosial dengan kampanye ASN Dishub Anti Terlibat Judi Online. Kampanye itu, menekankan pentingnya ASN menjadi pribadi yang bersih, profesional dan berintegritas. ASN harus mampu menjadi contoh positif di tengah masyarakat.
Terlebih, aparatur pemerintah merupakan bagian dari pelayanan publik yang dituntut untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. “Rezeki halal dan kerja keras jauh lebih baik daripada berharap dari judi. Mari bersama-sama wujudkan pribadi ASN yang bersih, profesional dan berintegritas,” pungkasnya. (bam)



