Pendidikan

UMN Sukabumi Wisuda 673 Sarjana, Alumni Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

×

UMN Sukabumi Wisuda 673 Sarjana, Alumni Disiapkan Tembus Pasar Kerja Global

Sebarkan artikel ini
UMN Sukabumi Wisuda 673 Sarjana

SUKABUMI – Universitas Madani Nusantara (UMN) mewisuda sebanyak 673 lulusan sarjana dan pascasarjana dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda yang digelar di Gedung Anton Soedjarwo, Setukpa Lemdiklat Polri, Sabtu (31/10/2026).

Momentum ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam penyerapan tenaga kerja, termasuk melalui program Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Wisuda tersebut dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Ahmad Riza Patria, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, serta Wakil Bupati Sukabumi Andreas.

Dari total 673 lulusan, sebanyak 115 orang merupakan lulusan program pascasarjana, sedangkan sisanya berasal dari program sarjana.

Rektor UMN Prof. Endin Nasrudin didampingi Wakil Rektor I Dadang Sahroni mengatakan, pihaknya berharap para lulusan dapat segera terserap di dunia kerja dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan secara akademis, tetapi juga perlu mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Salah satu peluang yang tengah didorong adalah penempatan tenaga kerja migran secara legal dan profesional. Program tersebut sejalan dengan fasilitasi Pemerintah Kota Sukabumi yang membuka kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di luar negeri.

Endin menyebutkan, Wali Kota Sukabumi juga telah menyampaikan dukungan berupa bantuan sebesar Rp2 juta bagi alumni yang mengikuti program tersebut.

“Insyaallah para alumni kita siap untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di negara tujuan. Tinggal direspons dengan baik, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan kompetensi yang diperlukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, UMN siap menindaklanjuti arahan Wali Kota Sukabumi untuk mengembangkan lembaga pelatihan kerja (LPK) melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.

Persiapan tersebut mencakup penyusunan kurikulum, penentuan lokasi pelatihan, hingga pembekalan keterampilan dan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan demikian, calon pekerja migran memiliki bekal sesuai bidang pekerjaan yang dituju.

Dari sisi internal kampus, UMN juga terus memperkuat kesiapan mahasiswa melalui pengembangan fasilitas pendidikan, program magang, serta peningkatan kompetensi digital.

Untuk program ekonomi syariah, misalnya, kampus menyiapkan laboratorium inkubasi ekonomi dan menjalin kerja sama dengan sejumlah perbankan syariah, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Jabar Syariah, dan Bank Muamalat.

Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mengikuti program magang hingga lima bulan sebagai bagian dari penguatan pengalaman praktik di dunia kerja.

Sementara itu, pengembangan literasi digital dilakukan melalui pelatihan digital marketing dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Program tersebut juga menyasar mahasiswa program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).

Bahkan, sejumlah mahasiswa telah mengembangkan alat peraga pembelajaran digital berbasis AI yang kemudian diterapkan saat kegiatan praktik lapangan dan pengabdian kepada masyarakat di desa-desa.

 

Di kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Ahmad Riza Patria mengajak para lulusan UMN untuk terus melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan desa.

Ia memperkenalkan semangat kembali ke desa melalui program Workholic yang mendorong berbagai elemen masyarakat, mulai dari pejabat, TNI, Polri, dosen hingga mahasiswa, untuk berkontribusi membangun kawasan perdesaan.

Menurutnya, kembali ke desa bukan berarti seluruh masyarakat harus meninggalkan perkotaan dan menetap di desa. Namun, lebih kepada kepedulian dan keterlibatan aktif dalam mendorong kemajuan desa.

“Era digital membuka banyak peluang untuk membangun desa. Semua harus ikut membangun desa, sesuai dengan semangat membangun dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengapresiasi kontribusi UMN dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berakhlak mulia. Ia menyebut UMN sebagai universitas besar yang lahir dari Sukabumi dan menjadi salah satu kebanggaan daerah.

Ayep berpesan agar gelar akademik yang diperoleh para wisudawan tidak sekadar menjadi pencapaian pribadi, melainkan diwujudkan melalui gagasan, karya, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

“Gelar yang diraih hari ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kota Sukabumi membutuhkan kontribusi, ide, dan karya nyata dari kalian. Gunakan ilmu yang didapat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Terkait penyerapan tenaga kerja, Ayep menegaskan Pemerintah Kota Sukabumi membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti program Calon Pekerja Migran Indonesia melalui jalur resmi dan terampil.

“Saya berharap tidak ada yang menganggur. Sebagai Wali Kota, saya membuka peluang seluas-luasnya untuk Calon Pekerja Migran Indonesia,” tegasnya. (wdy)