SUKABUMI – STIKes Sukabumi memperkuat kerja sama dengan Yayasan Sehati dalam upaya meningkatkan penanggulangan bencana dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kolaborasi ini diarahkan pada penguatan mitigasi bencana, pelatihan kegawatdaruratan, hingga pelayanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di wilayah Sukabumi.
Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama STIKes Sukabumi, Tara Indra Dirgantara, mengatakan kerja sama tersebut sebenarnya telah terjalin sejak lama.
Penandatanganan yang dilakukan baru-baru ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi kedua pihak agar semakin terarah dan berkelanjutan.
“Sebetulnya kerja sama dengan Sehati sudah sangat lama. Kemarin itu lebih kepada penguatan kerja sama, sehingga dilakukan penandatanganan bersama,” ujar Tara.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama meliputi pelatihan bersama di bidang kegawatdaruratan bencana serta kegiatan penanggulangan bencana di tingkat daerah, regional, hingga nasional.
Sejumlah pelatihan yang menjadi bagian dari kolaborasi tersebut di antaranya water rescue, vertical rescue, pertolongan pertama (first aid), FRB, serta operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR).
Menurut Tara, STIKes Sukabumi dan Yayasan Sehati sebelumnya juga telah terlibat dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu korban bencana alam di wilayah Sagaranten dan Ciemas. Kedua pihak juga kerap terlibat dalam operasi SAR, termasuk di kawasan Palabuhanratu dan Sungai Cimandiri.
Melalui penguatan kerja sama ini, STIKes Sukabumi berharap kolaborasi dalam penanganan kebencanaan dapat semakin optimal, terutama dalam upaya mitigasi serta penanganan pascabencana bagi masyarakat terdampak.
“Harapannya, melalui kerja sama ini ada kolaborasi dalam penanganan kebencanaan, terutama mitigasi bencana dan penanganan pascabencana bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Yayasan Sehati, Andri Kurniawan, menjelaskan bahwa kerja sama dengan STIKes Sukabumi berangkat dari kebutuhan di lapangan.
Selama menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, Yayasan Sehati kerap menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan tenaga kesehatan maupun edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran STIKes Sukabumi menjadi solusi untuk memperkuat pelaksanaan program kesehatan, baik dalam situasi bencana maupun kegiatan pelayanan masyarakat sehari-hari.
“Bukan hanya membutuhkan tenaga kesehatan, tetapi kami juga ingin semakin banyak kebaikan dijalankan oleh anak-anak muda, terutama mahasiswa yang kelak akan meneruskan berbagai kegiatan kemanusiaan ini,” ungkap Andri.
Dalam pembagian peran, Yayasan Sehati akan berperan menyampaikan informasi mengenai kebutuhan masyarakat di lapangan. Sementara itu, STIKes Sukabumi diharapkan menjadi mitra dalam pelaksanaan program edukasi dan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat.
Andri menyebutkan, program hasil kerja sama tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan melalui kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Sukabumi yang masih membutuhkan dukungan layanan kesehatan.
“Harapan terbesar kami, semoga kerja sama ini mendapat rida Allah SWT dan seluruh khidmat kemanusiaan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus kampanye tentang pentingnya peran anak muda, terutama mahasiswa, dalam kegiatan kemanusiaan,” tuturnya.
Andri menambahkan, kerja sama yang dibangun dengan mengutamakan kepentingan masyarakat diharapkan mampu memperluas dampak positif, tidak hanya bagi warga Sukabumi, tetapi juga masyarakat Indonesia secara lebih luas. (wdy)





