JAKARTA – Kamis pagi ini, pasar valuta asing dibuka dengan kabar yang sedikit melegakan. Rupiah, yang belakangan tertekan di atas Rp18.000 per dolar AS, berhasil menguat 43 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp18.141 per dolar AS.
Pergerakan ini menjadi sorotan pelaku pasar, mengingat rupiah sebelumnya ditutup di level Rp18.184 per dolar AS. Meski penguatan terlihat tipis, sentimen positif langsung terasa di lantai perdagangan.
Penguatan rupiah biasanya tidak berdiri sendiri. Ia dipengaruhi oleh kombinasi faktor global—seperti arah kebijakan The Fed, harga komoditas, dan pergerakan dolar AS—serta faktor domestik, mulai dari data ekonomi hingga kebijakan fiskal dan moneter.
Namun, di balik angka Rp18.141, tersimpan cerita tentang harapan. Harapan bahwa rupiah mampu bertahan menghadapi tekanan eksternal, sekaligus menjadi sinyal stabilitas menjelang akhir pekan. Para analis menilai, jika tren ini berlanjut, rupiah berpeluang menutup pekan dengan posisi lebih kokoh.

