JAKARTA — Isu pengurangan poin yang membayangi Persija Jakarta mendapat tanggapan langsung dari pelatih kepala Shin Tae-yong. Ia menilai wacana tersebut tidak sesuai regulasi FIFA dan meminta agar sanksi diberikan secara tepat, bukan sekadar membebankan hukuman kepada klub.
Kericuhan suporter kembali mencoreng wajah sepak bola Indonesia. Dalam laga Persita Tangerang kontra Persija di Stadion Internasional Banten, Sabtu lalu, insiden antarsuporter menyebabkan kick-off babak kedua tertunda hingga 30 menit. Sebelumnya, kericuhan juga terjadi di Rest Area Batang KM 360 dan Tol Palikanci, melibatkan suporter Persib dan Persija.
Menanggapi wacana pengurangan poin, Shin Tae-yong menegaskan bahwa regulasi FIFA biasanya hanya menerapkan sanksi tersebut untuk kasus manipulasi pertandingan atau pengaturan skor. “Sepengetahuan saya, dalam aturan tidak ada sanksi pengurangan poin hanya karena masalah suporter,” ujarnya dalam jumpa pers, Selasa.
Pelatih asal Korea Selatan itu berharap pihak berwenang mengkaji persoalan secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa penanganan kericuhan seharusnya menjadi tanggung jawab kepolisian atau otoritas terkait, bukan langsung dijatuhkan kepada klub.
Dalam kesempatan yang sama, Shin juga mengingatkan suporter agar lebih dewasa dalam mendukung tim. “Jika membuat masalah, dampaknya bisa berupa laga tanpa penonton sehingga kalian tidak bisa menikmati pertandingan secara langsung,” tegasnya.

