Pendidikan

UMN Bekali Calon Wisudawan dengan Akhlak dan Teknologi di Era Digital

×

UMN Bekali Calon Wisudawan dengan Akhlak dan Teknologi di Era Digital

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Universitas Madani Nusantara (UMN) membekali calon wisudawan dengan penguatan spiritual, iman, dan akhlak melalui kegiatan Pesantren Sarjana UMN Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengamalkan ilmunya untuk masyarakat di era digital.

Pesantren Sarjana UMN dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, di Gedung UMN, Kota Sukabumi, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti calon lulusan dari berbagai program studi di lingkungan UMN.

Tahun ini, Pesantren Sarjana UMN mengusung tema “Mengintegrasikan Nilai Pesantren dan Teknologi: Peluang serta Tantangan Sarjana Muslim di Era Society 5.0.” Tema tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi, ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter.

Mewakili Bupati Sukabumi, Ade Suryaman mengapresiasi jajaran rektorat UMN, khususnya Rektor Prof. Endin Nasrudin, yang terus berkomitmen membina karakter mahasiswa melalui pendidikan dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

Menurut Ade, Pesantren Sarjana menjadi momentum penting bagi mahasiswa tingkat akhir untuk mematangkan kesiapan mental dan spiritual sebelum kembali ke tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memiliki fondasi agama dan akhlak yang kuat sebagai bekal ketika terjun ke tengah masyarakat,” tegas Ade.

Ade menilai, perkembangan teknologi dan derasnya arus digitalisasi pada era Society 5.0 harus diimbangi dengan kematangan moral. Kemampuan menggunakan teknologi perlu disertai tanggung jawab agar kemajuan digital dapat memberikan manfaat positif bagi kehidupan masyarakat.

Para calon sarjana Muslim juga diharapkan mampu menyaring informasi, menggunakan teknologi secara bijak, serta menjunjung tinggi etika dalam kehidupan sosial maupun profesional.

Dengan bekal iman dan takwa, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

Selain penguatan spiritual dan akhlak, Ade mengingatkan para peserta agar menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang pelaksanaan Wisuda UMN ke-31 yang dijadwalkan pada 31 Oktober 2026.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Sukabumi.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah demi mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah atau Mubarakah.

Sementara itu, Rektor UMN Prof.Endin Nasrudin, menjelaskan bahwa Pesantren Sarjana merupakan salah satu ikhtiar kampus untuk mempersiapkan lulusan agar siap mengabdikan diri kepada masyarakat.

Menurutnya, para calon wisudawan akan kembali ke lingkungan masing-masing dengan membawa disiplin ilmu yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, bekal akademik perlu diiringi pemahaman tentang cara menerapkan ilmu secara nyata dan bertanggung jawab.

“Kegiatan ini merupakan bagian ikhtiar UMN untuk membekali mereka para sarjana yang sudah lulus dari berbagai program studi. Mereka akan kembali ke tengah-tengah masyarakat dengan membawa disiplin ilmunya masing-masing,” ungkap Endin.

Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh selama kuliah harus mampu diterjemahkan menjadi kontribusi nyata. Para lulusan diharapkan tidak sekadar memiliki gelar akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

“Mereka harus siap dengan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah. Hari ini mereka juga akan dibekali ilmu, bagaimana kesiapan para sarjana dalam menerapkan ilmunya di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Melalui Pesantren Sarjana UMN 2026, ia berharap para calon wisudawan memiliki kesiapan yang lebih utuh, baik dari sisi keilmuan, spiritualitas, maupun karakter. “Dengan demikian, lulusan UMN diharapkan mampu menghadapi tantangan era Society 5.0 tanpa meninggalkan nilai agama dan tanggung jawab social,” pungkasnya. (wdy)