JAKARTA — Kabar mengenai peluang naturalisasi pemain muda Arsenal, Demiane Agustien, mulai mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia menjelang Piala Asia 2027. Gelandang berusia 19 tahun itu disebut memiliki darah keturunan Indonesia dari pihak ibunya, sebuah fakta yang membuka kemungkinan dirinya memperkuat Timnas Garuda di masa depan.
Informasi ini pertama kali diungkapkan Staf Khusus Menteri Hukum Bidang Transformasi Digital, Noor Korompot, melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Noor menampilkan foto Agustien mengenakan seragam latihan Arsenal dan menegaskan bahwa proses naturalisasi sedang diurus oleh tim hukum PSSI.
Agustien saat ini tercatat sebagai pemain Arsenal U-21 dengan kemampuan bermain di berbagai posisi, mulai dari gelandang tengah hingga gelandang sayap. Lahir di Belanda, ia pernah memperkuat West Bromwich Albion dan Derby County sebelum bergabung dengan Arsenal.
Pengalaman internasionalnya juga cukup beragam, dengan catatan penampilan bersama Curacao U-17, Belanda U-18, dan Belanda U-19. Kehadirannya disebut-sebut bisa menambah kedalaman lini tengah Indonesia, terutama jika proses naturalisasi berjalan sesuai ketentuan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menegaskan bahwa Timnas Indonesia masih membutuhkan tambahan pemain di sejumlah sektor, terutama gelandang, sayap, dan penyerang. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memperkuat skuad menghadapi Piala Asia 2027 sekaligus mempersiapkan tim menuju Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Erick menyebut bahwa sektor penjaga gawang, bek tengah, dan bek kiri sudah memiliki cukup banyak opsi, namun posisi bek kanan dan lini serang masih membutuhkan perhatian khusus. Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pemain yang berkarier di luar negeri dan mereka yang bermain di liga domestik.
Nama Agustien sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah ia mengunggah jersey Timnas Indonesia ketika mendapat panggilan memperkuat tim nasional Curacao. Unggahan itu memunculkan spekulasi mengenai peluangnya membela Garuda, terlebih setelah informasi mengenai garis keturunannya kembali mencuat.

