sukabumimetro.com/ – Empat dekade lebih perjalanan Pitaloka Angkatan Muda Siliwangi (AMS) menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam organisasi sekaligus memperluas kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Memasuki usia ke-41, Pitaloka AMS Distrik 013 Kota Sukabumi didorong tidak hanya menjaga solidaritas antarkader, tetapi juga melahirkan program nyata yang berdampak bagi lingkungan sekitar.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan Milangkala ke-41 Pitaloka AMS Distrik 013 Kota Sukabumi yang berlangsung di Kecamatan Warudoyong, Sabtu (10/10).
Ketua Umum Pitaloka, Euis Purnama, menilai perjalanan panjang organisasi menjadi modal penting untuk melangkah lebih maju, terutama dalam membangun kemandirian dan meningkatkan kapasitas kader hingga tingkat rayon.
“Kematangan organisasi tidak cukup diukur dari usia maupun keberlangsungan kepengurusan. Sehingga perlu memberikan ruang bagi kader untuk terlibat aktif, mengambil tanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan dalam menjalankan kegiatan organisasi,” ujarnya.
Ia mengapresiasi langkah Pitaloka AMS Distrik 013 Kota Sukabumi di bawah koordinasi Deudeu Srihastuti yang melibatkan rayon-rayon dalam kepanitiaan Milangkala.
“Pelibatan tersebut dinilai menjadi kesempatan bagi kader di tingkat wilayah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun rasa tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Kepercayaan kepada rayon, lanjutnya, bukan sekadar pembagian pekerjaan dalam sebuah kegiatan. Langkah tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran agar setiap rayon semakin percaya diri menyusun program, mengelola kegiatan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pitaloka AMS Distrik 013 Kota Sukabumi, Deudeu Srihastuti, yang akrab disapa Mamih Deudeu, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemandirian organisasi dan hubungan historis dengan AMS sebagai organisasi induk.
“Pitaloka perlu memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan menjalankan program secara mandiri tanpa menghilangkan komunikasi, koordinasi, serta sinergi dengan AMS. Hubungan organisatoris tersebut tetap penting untuk membangun kolaborasi dan memperkuat gerakan bersama,” ungkapnya.
Deudeu mencontohkan pelaksanaan pelantikan pengurus yang dapat dijalankan oleh kader Pitaloka sendiri, termasuk dalam menjalankan tugas-tugas organisasi. Hal itu menjadi gambaran bahwa kader perempuan memiliki kesempatan untuk menunjukkan kapasitas dan profesionalisme dalam mengelola organisasi.
Ia juga menyinggung agenda peringatan hari ulang tahun AMS pada 10 November mendatang yang diharapkan menjadi ruang mempererat hubungan kedua organisasi. Kolaborasi perlu terus dibangun dengan tetap menghormati identitas dan peran masing-masing.
“Memasuki usia ke-41, Pitaloka diharapkan semakin solid dan produktif melalui program kerja yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan setiap wilayah. Rayon-rayon di Ciwangi, Singasari, Baros, Warudoyong, Gunungpuyuh, Cibeureum, hingga Citamiang diharapkan mampu mengembangkan potensi masing-masing dan memperkuat kontribusinya,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat berorganisasi harus diwujudkan melalui tindakan yang memberi manfaat, bukan berhenti pada kegiatan seremonial. Konsistensi berkarya, kebersamaan, dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting agar Pitaloka semakin berkembang.
“Perjalanan panjang organisasi merupakan tanggung jawab yang harus diteruskan oleh generasi berikutnya. Semangat untuk tetap hadir dan berbagi pengalaman di tengah anggota menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan organisasi,” paparnya.
Milangkala ke-41 pun menjadi pengingat bahwa kekuatan Pitaloka tidak hanya terletak pada sejarah dan solidaritas anggotanya, tetapi juga pada kemampuan menerjemahkan nilai-nilai organisasi menjadi karya nyata.
“Dengan kader yang mandiri, rayon yang aktif, serta hubungan yang tetap terjaga dengan AMS, Pitaloka diharapkan semakin berdaya dan mampu memperluas manfaat bagi masyarakat Kota Sukabumi,” tandasnya. (ris)







