SUKABUMI — Suasana haru menyelimuti halaman Gedung Juang 45 Kota Sukabumi. Sejumlah wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukabumi, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi Raya, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama insan pers lainnya menggelar doa bersama untuk lima wartawan yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Tak hanya memanjatkan doa, para jurnalis juga menyalakan lilin sebagai simbol harapan. Cahaya lilin menjadi pengingat bahwa di tengah kabar yang belum pasti, harapan agar seluruh jurnalis dapat kembali ke rumah dengan selamat masih terus menyala.
Ketua IJTI Korda Sukabumi Raya, Apit Haeruman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas para jurnalis Sukabumi terhadap rekan seprofesi yang tengah menjalankan tugas di tengah bencana. “Kami dari teman-teman jurnalis Sukabumi, PWI, IJTI, AJI, juga beberapa insan pers melakukan doa bersama dan menyalakan lilin sebagai bentuk harapan untuk jurnalis yang sedang bertugas melakukan peliputan bencana alam erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Apit kepada Radar Sukabumi, Jumat (11/9).
Menurutnya, harapan terbesar para jurnalis saat ini adalah kelima rekannya masih diberikan keselamatan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga. “Mudah-mudahan mereka masih diberikan keselamatan dan ada harapan bisa kembali ke rumah. Kita tahu bahwa hari ini erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi. Semoga tim SAR berhasil menemukan mereka dalam kondisi selamat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengucapkan belasungkawa sekaligus harapan agar lima wartawan yang hingga kini belum ditemukan masih dalam keadaan selamat. “Kami atas nama Polres Sukabumi Kota mengucapkan belasungkawa dan berduka yang sedalam-dalamnya kepada rekan-rekan kita, lima orang wartawan yang sampai saat ini belum diketahui ataupun belum ditemukan,” ujar Sentot.
Meski demikian, Sentot mengaku masih menyimpan harapan besar terhadap keselamatan para jurnalis tersebut. Ia berharap proses pencarian yang dilakukan tim SAR dapat segera menemukan mereka. “Kita masih berharap besar bahwa masih selamat, insyaallah bisa ditemukan dengan selamat. Kita terus berdoa dan kita terus mendoakan,” paparnya.
Sentot mengatakan, doa bersama yang digelar malam itu menjadi bentuk solidaritas antara kepolisian dan insan pers. Polres Sukabumi Kota bersama PWI, IJTI dan AJI turut memanjatkan doa agar para jurnalis diberikan keselamatan dan keluarga yang menunggu diberi kekuatan. “Kita semua mendoakan untuk mereka agar diberikan keselamatan dan bagi keluarga selalu dikuatkan. Insyaallah dengan adanya doa daripada kita semua, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabulkan yang terbaik bagi semuanya,” ucapnya.
Selain hadir dalam doa bersama, keluarga besar Polres Sukabumi Kota juga memberikan dukungan kepada keluarga lima wartawan yang hilang. Polres Sukabumi Kota memberikan donasi atau sumbangan kepada lima keluarga wartawan tersebut. Bantuan itu nantinya diserahkan melalui perwakilan PWI di wilayah Sukabumi. “Insyaallah kami dari keluarga besar Polres Sukabumi Kota memberikan sedikit donasi ataupun sumbangan kepada lima keluarga rekan-rekan kita yang nantinya akan kami sampaikan kepada perwakilan PWI di wilayah Sukabumi,” tuturnya.
Ia berharap bantuan tersebut, dapat diterima dan sedikit meringankan beban keluarga yang saat ini masih menanti kabar mengenai keberadaan orang-orang yang mereka cintai. “Semoga berkenan dan diterima serta bermanfaat bagi keluarga,” imbuhnya.
Di penghujung kegiatan, Sentot juga menyampaikan pesan kepada seluruh jurnalis di Sukabumi agar tetap menjaga kekompakan dan hubungan baik dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Pesan bagi jurnalis Sukabumi, baik kota dan kabupaten, tetap kompak, tetap menjalin silaturahmi dan tetap bersinergi dengan Polri, khususnya Polres Sukabumi Kota,” pungkasnya. (Bam)



