Nasional

Erupsi Anak Krakatau, Kerugian Maskapai Bisa Tembus Rp130 Miliar dalam Sepekan

×

Erupsi Anak Krakatau, Kerugian Maskapai Bisa Tembus Rp130 Miliar dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Erupsi Anak Krakatau bukan hanya ancaman bagi keselamatan penerbangan, tetapi juga tekanan besar terhadap keuangan maskapai. Indonesia National Air Carrier Association (INACA) memperkirakan gangguan abu vulkanik dapat menimbulkan kerugian Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari. Jika berlangsung sepekan, total kerugian bisa mencapai Rp70 miliar hingga Rp130 miliar.

Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto, menjelaskan bahwa dampak bisnis bersifat ganda: maskapai kehilangan pendapatan sekaligus menanggung lonjakan biaya operasional. “Simulasi harian gangguan di CGK dan TKG menunjukkan potensi kerugian Rp10 miliar hingga Rp19 miliar per hari dari 30-50 penerbangan yang batal, ekstra avtur, parkir pesawat, serta kompensasi penumpang,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Kerugian tidak berhenti pada tiket yang hangus. Biaya leasing pesawat, gaji awak, dan operasional tetap berjalan meski penerbangan dibatalkan. Bayu memperkirakan 50-60 persen potensi pendapatan hilang akibat refund dan pembatalan. Di Bandara Soekarno-Hatta, penundaan dan holding selama 60-120 menit menjadi dampak paling dominan. Rute domestik ke Sumatera bagian selatan serta penerbangan internasional ke Australia terpaksa dialihkan memutar lewat utara Jawa, menambah waktu terbang 20-40 menit.

Pengalihan rute meningkatkan konsumsi avtur sekaligus menurunkan produktivitas armada. Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) menjadi titik paling rentan karena lokasinya dekat dengan sumber erupsi. INACA memperkirakan 15-25 persen penerbangan dari CGK dan 40-60 persen dari TKG berpotensi terganggu jika status Siaga dan kode Oranye berlangsung.