BUENOS AIRES — Senin, 31 Agustus 2026 menjadi hari yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola Argentina. Lionel Messi, ikon sekaligus kapten Albiceleste, resmi mengumumkan pengunduran diri dari tim nasional setelah lebih dari dua dekade mengabdi.
Keputusan itu disampaikan melalui pernyataan emosional yang menggambarkan betapa beratnya meninggalkan seragam biru-putih yang telah menjadi bagian besar dalam hidupnya. “Saya bersumpah bahwa saya selalu memberikan segalanya, bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir saat kami memenangkan segalanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang demi seragam ini, demi menghadirkan kebahagiaan bagi kalian,” tulis Messi.
Messi mengakui keputusan ini bukan hal mudah. Sejak berakhirnya final Piala Dunia 2026, ia mulai memikirkan masa depan bersama Argentina. Meski masih memiliki kecintaan besar terhadap tim nasional, pemain berusia 39 tahun itu merasa waktunya telah tiba untuk membuka lembaran baru.
Selama perjalanan panjangnya, Messi bukan hanya menjadi saksi, tetapi juga aktor utama dalam transformasi Albiceleste. Dari masa penuh kekecewaan hingga akhirnya mengangkat trofi bergengsi, Messi menjadikan mimpi jutaan rakyat Argentina sebagai kenyataan.
Dalam pesan perpisahannya, ia juga menyinggung generasi baru yang kini siap mengambil alih panggung. Kehadiran pemain muda berkualitas menjadi salah satu alasan Messi memilih mundur, memberi ruang bagi penerusnya untuk menulis sejarah baru.











