CIBADAK – Tumpukan barang bekas dan alat kesehatan (alkes) yang berada di luar Gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) RSUD Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar pada Jumat (10/7) siang sekitar pukul 10.45 WIB.
Dugaan sementara, insiden kebakaran di musim kemarau ini dipicu oleh fenomena alam, di mana pantulan sinar matahari pada material kaca dan logam menimbulkan panas ekstrem hingga menyulut bahan yang mudah terbakar di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Budianto menjelaskan, bahwa kebakaran tersebut tidak bersumber dari dalam ruangan, melainkan dari area terbuka di samping gedung.
“Di situ ada tumpukan-tumpukan besi dan kaca. Nah, kemungkinan ada bahan seperti styrofoam atau sejenisnya yang terkena pantulan sinar matahari, sehingga menimbulkan percikan api dan sempat membesar ke arah ruangan,” ujar Budianto pada Jumat (10/7).
Untuk menjinakkan si jago merah, DPKP Kabupaten Sukabumi mengerahkan sedikitnya empat unit armada pemadam kebakaran. “Kami turunkan empat unit armada, terdiri dari dua unit dari Posko Cibadak, satu unit dari Parungkuda, dan satu unit dari Cisaat. Proses pemadaman berlangsung cepat, hanya memakan waktu sekitar 15 menit api sudah berhasil diatasi,” tambahnya.
Berkaca dari insiden ini, Kadisdamkar Budianto memberikan peringatan keras kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi mengingat saat ini wilayah tersebut tengah dilanda musim kemarau panjang yang rawan memicu kebakaran.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik, serta tidak sembarangan membakar sampah, ilalang, atau membuang puntung rokok.
“Jika memang terpaksa melakukan pembakaran sampah atau kayu, harus ditunggu sampai benar-benar padam agar api tidak meluas. Kami juga mengingatkan instansi atau warga agar tidak menumpuk barang bekas yang bersifat memantulkan cahaya matahari di area terbuka secara sembarangan,” tandas Budianto.
Dihubungi terpisah, Wakil Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Sekarwangi, Luki Mukti, meluruskan informasi yang beredar mengenai titik kebakaran. Ia menegaskan bahwa kobaran api sama sekali tidak melahap struktur utama bangunan rumah sakit maupun merusak fasilitas aktif.
“Perlu kami luruskan, kejadiannya bukan di dalam gedung, tapi dari luar. Di sebelah gudang itu memang ada tumpukan barang-barang bekas dan alkes rusak berat, seperti bed (kasur) pasien yang sudah tidak terpakai dan rencananya akan segera dihapuskan,” jelas Luki.
Luki memastikan tidak ada kendaraan bermotor milik petugas maupun warga yang ikut terbakar dalam insiden ini. Petugas pemadam kebakaran pun langsung melakukan proses pendinginan pada dinding luar gedung guna mengantisipasi rambatan api ke bagian dalam.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Untuk kepastian penyebab utama asal api, tentu kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang yang melakukan penyelidikan,” bebernya.
Hingga berita ini diturunkan, total kerugian materiil akibat terbakarnya alkes bekas di RSUD Sekarwangi masih dalam proses penghitungan oleh pihak manajemen rumah sakit dan BPBD Kabupaten Sukabumi. (Den)











