JAKARTA — Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) resmi mengumumkan 12 pemain Timnas Voli Putri Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2026. Pelatih Marcos Sugiyama mempercayakan skuad dengan komposisi dua setter, dua opposite, tiga middle blocker, empat outside hitter, dan satu libero.
Dua nama yang mengisi posisi setter adalah Arneta Putri Amelia dan Ajeng Nur Cahaya. Untuk opposite, pilihan jatuh pada Khanza Putri Yanzi dan Azzahra Dwi Febyane (Gendis). Trio middle blocker terdiri dari Maradanti Namira, Chelsa Berlian Nurtomo, dan Geovanny Cahyarningtyas.
Empat pemain yang diplot sebagai outside hitter adalah Medioll Steofanny Yoku, Ersandrina Devega, Putri Nur Agustina, dan Tina Syifa Sabila Salim. Sementara posisi libero dipercayakan kepada Indah Cahyani Guretno.
Dari komposisi tersebut, Jawa Timur menjadi daerah dengan kontribusi terbanyak, yakni tujuh pemain. Jawa Barat menyumbang dua pemain, sedangkan Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah masing-masing satu pemain.
Selain Marcos Sugiyama di kursi pelatih, jajaran ofisial tim mencakup Pedro B Lilipaly sebagai asisten pelatih, Bobby Ade Setiawan sebagai analis statistik, dan Lourina Henriette sebagai pelatih fisik.
Menariknya, Marcos tidak memanggil nama Megawati Hangestri Pertiwi yang kini bermain di Liga Voli Korea Selatan bersama Hyundai Hillstate. Pemanggilan ini menjadi bagian dari proses pembentukan timnas menghadapi Asian Games 2026, dengan sejumlah pemain yang sebelumnya sudah berpengalaman di kejuaraan internasional.