SUKABUMI – SMPN 15 Kota Sukabumi menggelar kegiatan Bulan Bahasa pada 26–29 Oktober 2026 dengan menghadirkan enam mata lomba.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepercayaan diri, sekaligus menggali potensi di bidang kebahasaan.
Ketua Pelaksana Bulan Bahasa SMPN 15 Kota Sukabumi, Ressy Wahyuni, mengatakan pelaksanaan tahun ini lebih beragam dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya hanya terdapat tiga perlombaan, kali ini panitia menghadirkan enam mata lomba yang mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Sunda.
“Untuk tahun ini ada enam mata lomba, empat dari Bahasa Indonesia, satu dari Bahasa Inggris, dan satu dari Bahasa Sunda,” ujar Ressy.
Enam perlombaan tersebut meliputi menulis cerpen, mendongeng, membuat majalah dinding (mading), musikalisasi puisi, storytelling, dan borangan.
Peserta merupakan perwakilan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Khusus musikalisasi puisi, setiap kelompok terdiri atas dua hingga lima siswa.
Menurut Ressy, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk menemukan bibit-bibit unggul yang memiliki minat dan bakat di bidang bahasa.
Melalui berbagai perlombaan, siswa diharapkan semakin berani mengekspresikan ide, mengasah kemampuan berbahasa, serta meningkatkan rasa percaya diri.
Kepala SMPN 15 Kota Sukabumi, Ade Sobandi, mengatakan Bulan Bahasa juga menjadi momentum bagi siswa untuk mengenal keragaman bahasa sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi akademik dan kebahasaan pada jenjang berikutnya.
“Kami ingin anak-anak mengenal keragaman bahasa, mulai dari Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, hingga Bahasa Sunda. Selain itu, kami juga ingin menggali minat dan bakat siswa sebagai persiapan mengikuti berbagai perlombaan,” ungkap Ade.
Ia menambahkan, siswa yang meraih prestasi akan mendapatkan pembinaan lanjutan melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun bimbingan khusus.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan siswa agar mampu berkompetisi dan meraih prestasi di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
“Melalui Bulan Bahasa, tentunya ini menjadi upaya kami membangun lingkungan belajar yang mendorong siswa untuk lebih kreatif, percaya diri, dan berprestasi dengan tetap menghargai keberagaman bahasa dan budaya,” pungkas Ade. (wdy)





