PALABUHANRATU – Persoalan sampah bukan sekadar urusan mengangkut dan membuang limbah ke tempat pembuangan akhir. Tanpa pengurangan dan pemilahan sejak dari sumbernya, volume sampah yang terus dihasilkan rumah tangga hingga sektor usaha berpotensi menambah beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cimenteng, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi pun terus mengoptimalkan pelayanan pengangkutan sampah melalui enam Koordinator Wilayah (Koorwil) dengan dukungan ratusan petugas kebersihan. Mereka bertugas mengangkut sampah dari Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPSS) di kawasan permukiman sesuai jalur pelayanan yang telah ditentukan.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, mengatakan pelayanan pengangkutan sampah dilakukan setiap hari sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan, keasrian, dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, timbulan sampah berasal dari berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, industri, perkantoran, perhotelan, hingga restoran. Karena itu, penanganannya membutuhkan upaya bersama agar volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan.
“Kami berkomitmen menciptakan keasrian dan kelestarian lingkungan dari timbulan sampah yang dihasilkan rumah tangga, industri, perkantoran, perhotelan, serta restoran,” ujar Dede.
Meski pelayanan pengangkutan terus dioptimalkan, Dede menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya.
Salah satu langkah yang didorong adalah membiasakan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya, sekaligus memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai guna melalui proses daur ulang. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang, langkah tersebut juga berpotensi memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.
“Kita punya strategi bagaimana produksi sampah di semua sektor berkurang setiap harinya, yakni mendorong masyarakat agar melakukan pemilahan dan mendaur ulang berbagai jenis sampah untuk dijadikan nilai ekonomis tinggi. Karena penanganan sampah merupakan kewajiban kita semua, bukan hanya beban pemerintah daerah saja,” tegasnya.
Dede mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran dalam mengelola sampah. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dari rumah dan mendaur ulang material yang masih bernilai dapat menjadi bagian penting dalam menekan volume sampah yang berakhir di TPA Cimenteng.
Ia berharap, optimalisasi pelayanan pengangkutan yang dilakukan pemerintah daerah dapat berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat. Dengan demikian, penanganan sampah tidak hanya berfokus pada pengangkutan, tetapi juga pada upaya mengurangi timbulan sampah sejak awal.
Jadi, pengurangan sampah ini dibutuhkan kepedulian dan kesadaran masyarakat. Apalagi, pemerintah daerah sudah berupaya mengoptimalisasikan pelayanan pengangkutan sampah di tiap wilayah,” pungkasnya. (Ndi)