Pendidikan

Suara Gegerbitung, Cara SMPN 1 Gegerbitung Asah Sikap Kritis Siswa

×

Suara Gegerbitung, Cara SMPN 1 Gegerbitung Asah Sikap Kritis Siswa

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – SMPN 1 Gegerbitung menghadirkan cara belajar berbeda melalui kegiatan kokurikuler Suara Gegerbitung. Selama sepekan, siswa turun langsung ke lapangan untuk menggali potensi daerah, mengenali pelayanan publik, serta berdialog dengan aparatur pemerintahan.

Koordinator Kokurikuler Suara Gegerbitung, Amalia Nurfajrianti, menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar bermakna melalui pendekatan lintas disiplin ilmu. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengamati kondisi lingkungan, mengenali persoalan sosial dan ekonomi, serta mempelajari kekayaan budaya di daerahnya.

Informasi yang diperoleh kemudian diolah melalui diskusi, pengolahan data, dan penyusunan laporan. Hasil pembelajaran tersebut dituangkan dalam berbagai karya, mulai dari laporan ilmiah, infografis, hingga gagasan solusi yang dipamerkan dalam Gerbione Expo Kokurikuler Lintas Disiplin Ilmu.

Salah satu kegiatan utama berlangsung di Kantor Kecamatan Gegerbitung dimana para siswa diterima Camat Gegerbitung Sri Yuliani, serta mendapat kesempatan berinteraksi dengan unsur kepolisian dari Polsek Gegerbitung dan Koramil.

Berbeda dari kunjungan pejabat ke sekolah, kali ini siswa yang mendatangi langsung kantor pemerintahan. Mereka berdialog, mengajukan pertanyaan, dan menggali informasi mengenai tugas aparatur serta pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Camat Gegerbitung Sri Yuliani memperkenalkan jajaran aparatur kecamatan beserta tugas pokok dan fungsinya. Siswa juga memperoleh penjelasan mengenai berbagai program pelayanan publik, termasuk pengurusan dokumen kependudukan seperti kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).

Tak hanya menerima materi, para siswa diberi kesempatan berkeliling ke sejumlah bidang pelayanan (room tour) dan melakukan wawancara singkat. Pengalaman ini membantu mereka memahami secara langsung proses pelayanan pemerintahan yang selama ini mungkin hanya diketahui secara teori.

Sri Yuliani menyambut positif kegiatan Suara Gegerbitung. Menurutnya, kegiatan edukatif seperti ini dapat memperkenalkan fungsi pemerintahan kepada generasi muda sekaligus mendukung pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ia berharap para siswa dapat belajar dengan sungguh-sungguh dan menjaga perilaku, termasuk mematuhi tata tertib sekolah dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMPN 1 Gegerbitung, Raden Herawati, mengaku bangga dengan perkembangan yang ditunjukkan siswa selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, pembelajaran langsung di lapangan mampu menggali sikap kritis siswa sekaligus memperluas wawasan mereka. Bahkan, beberapa siswa mulai mampu menyusun laporan ilmiah berdasarkan informasi dan hasil pengamatan yang diperoleh.

“Melihat hasil yang diperoleh, ternyata di atas ekspektasi saya. Mereka mulai tergali sikap kritisnya dan mendapatkan banyak sekali pengetahuan baru. Beberapa bahkan mulai mampu membuat laporan ilmiah. Luar biasa,” ungkap Herawati.

Ia menambahkan, keterbukaan aparatur kecamatan dan unsur kewilayahan dalam menerima kunjungan siswa menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Gegerbitung ingin menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna dapat berlangsung di luar kelas. Interaksi langsung dengan lingkungan dan masyarakat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mengamati, bertanya, mengolah informasi, serta menyampaikan pendapat.

Rangkaian kegiatan Suara Gegerbitung ditutup melalui Gerbione Expo Kokurikuler Lintas Disiplin Ilmu pada Senin (19/10/2026). Dalam expo tersebut, siswa menampilkan hasil karya berdasarkan proses observasi, diskusi, dan pengumpulan informasi selama satu pekan.

Informasi yang diperoleh siswa diolah menjadi laporan, infografis, serta gagasan solusi terkait kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah Gegerbitung.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMPN 1 Gegerbitung untuk membangun pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga penguatan karakter dan keterampilan peserta didik.

Melalui Suara Gegerbitung, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap daerahnya. (wdy)