Kabupaten Sukabumi

Janji Rutilahu Tak Sampai, Rumah Bah Oji Sukabumi Terabaikan

×

Janji Rutilahu Tak Sampai, Rumah Bah Oji Sukabumi Terabaikan

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Di tengah gencarnya laporan pencapaian pembangunan Kabupaten Sukabumi, kisah getir masih dialami Bah Oji (74), seorang lansia di Kampung Pangkalan, Desa Pasirdatar Indah, Kecamatan Caringin. Alih-alih menikmati masa tua dengan tenang, ia bersama keluarganya justru hidup dalam kecemasan setiap kali hujan deras mengguyur.

Rumah yang mereka huni nyaris tak layak disebut tempat tinggal. Dinding bilik bambu koyak, atap genteng patah dan melengkung, membiarkan air hujan masuk tanpa ampun. Interior rumah pun memprihatinkan, mencerminkan kerentanan struktural yang ekstrem. Kondisi ini menjadi ironi di tengah riuhnya program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kerap didengungkan pemerintah.

Saepuloh, putra Bah Oji, mengaku sudah berkali-kali didatangi petugas yang mendata dan memotret rumah mereka. “Kalau yang memfoto, minta KTP, KK, sudah ada enam kali pak. Baru kemarin ada lagi, tapi tidak tahu dapat atau tidak,” ujarnya pasrah.

Yang paling menyakitkan, tahun lalu rumah mereka difoto untuk program Rutilahu, namun bantuan justru dialokasikan ke rumah warga lain. “Yang dipoto mah rumah saya, yang diperbaiki mah rumah yang sana,” ungkapnya dengan nada getir.

Sebagai kuli bangunan dengan penghasilan Rp60 ribu per hari, Saepuloh tak mungkin membangun rumah sendiri. Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Kini, setiap kali hujan deras atau angin kencang, ketakutan menjadi teman setia mereka. “Kalau hujan mah saya was-was, ini juga sudah bolong, sudah patah atapnya. Kalau ada bantuan mah, Alhamdulillah,” harapnya.

Upaya konfirmasi ke Pemerintah Desa Pasirdatar Indah tak membuahkan kepastian. Kepala Desa sedang tidak berada di tempat, sementara Sekdes Aep mengaku belum tahu apakah Bah Oji masuk program Rutilahu atau tidak.