Pendidikan

IPI Bersama Kemnaker Dorong SDM Sukabumi Siap Kerja dan Berwirausaha

×

IPI Bersama Kemnaker Dorong SDM Sukabumi Siap Kerja dan Berwirausaha

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Kolaborasi strategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, kompeten, dan mandiri terus diperkuat International Professional Institute (IPI) bersinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, serta Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam peluncuran Tailor Made Training (TMT) Batch 2 di Pendopo Kabupaten Sukabumi.

Program pelatihan vokasi ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar siap memasuki dunia kerja sekaligus memiliki kemampuan membangun usaha mandiri. Pelatihan dirancang secara spesifik dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja, potensi daerah, serta karakteristik peserta.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa program TMT disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi Kabupaten Sukabumi. Sejumlah bidang keterampilan yang menjadi sasaran pelatihan di antaranya menjahit, barista, dan pembuatan konten kreatif.

Ia mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal, terlebih program tersebut dilaksanakan secara intensif selama dua minggu dan dirancang untuk menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Manfaatkan dua minggu ini sebaik-baiknya. Setelah pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Sebab, ini pelatihan yang dirancang sangat spesifik,” ungkap Yassierli.

Menurutnya, pelatihan vokasi tidak hanya bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi. Pengalaman pelaksanaan program serupa di daerah lain menunjukkan bahwa sejumlah peserta mampu mengembangkan usaha hingga mempekerjakan karyawan.

“Di tempat lain luar biasa, sampai ada yang berhasil dan memiliki karyawan. Semoga di Sukabumi pun bisa luar biasa dan semoga berlanjut ke tahun depan. Kita dengar dulu hasil evaluasi para peserta nantinya,” pungkasnya.

Sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kualitas tenaga kerja, Founder dan Direktur International Professional Institute (IPI), Eko Pranajaya menekankan pentingnya transformasi pelatihan kerja yang berorientasi pada hasil nyata.

Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak semata-mata diukur dari proses pembelajaran, tetapi juga dari peningkatan kompetensi peserta, terbukanya kesempatan kerja, serta tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi bersama Kementerian Ketenagakerjaan, BBPVP Bandung, dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, IPI berkomitmen mendukung pengembangan SDM melalui pelatihan berbasis kompetensi, pembentukan karakter profesional, penguatan keterampilan kerja, serta penumbuhan jiwa kewirausahaan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. “Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki bekal untuk bersaing di pasar kerja maupun menciptakan peluang usaha sendiri,”terangnya.

Peluncuran TMT Batch 2 menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya tenaga kerja yang produktif, adaptif, dan berdaya saing. Lebih dari sekadar pelatihan, program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi masyarakat Sukabumi untuk meningkatkan taraf hidup, memperluas kesempatan kerja, dan membangun kemandirian ekonomi.

“Bagi IPI, sinergi ini merupakan bagian dari komitmen membangun SDM berkualitas bukan hanya siap bekerja, tetapi juga siap berkarya, berwirausaha, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,”pungkasnya.(wdy)