RIYADH — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah target strategis di Arab Saudi, termasuk kilang minyak Ras Tanura, fasilitas militer, dan bandara.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyebut rudal balistik diluncurkan ke arah Ras Tanura, salah satu pusat pengolahan dan ekspor minyak terbesar Saudi. Ia mengklaim serangan menyebabkan kebakaran di kompleks kilang. Namun, otoritas Saudi belum memberikan konfirmasi resmi.
Ras Tanura memiliki kapasitas pengolahan sekitar 550.000 barel per hari dan menjadi terminal penting ekspor minyak Saudi. Bloomberg melaporkan kebakaran di dekat terminal berhasil dikendalikan, tetapi kabar serangan tetap memicu kekhawatiran pasar energi global.
Selain Ras Tanura, Houthi mengklaim menyerang Bandara Najran, Bandara Abha, pangkalan udara di Khamis Mushait, serta gedung Kementerian Pertahanan di Riyadh. Arab Saudi melalui koalisi militernya menyatakan telah mencegat dua rudal balistik di atas Riyadh, meski puing-puing pencegatan menyebabkan kerusakan material pada bangunan dan kendaraan.
Houthi juga mengklaim memukul mundur pasukan pro-Saudi di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi perdagangan internasional, termasuk pengiriman energi melalui Terusan Suez.