Sebagai langkah pencegahan, KAI terus mengedepankan edukasi keselamatan, pengawasan jalur, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat kewilayahan. Budaya keselamatan, menurut Franoto, harus menjadi kesadaran bersama, bukan hanya tanggung jawab petugas.
Dua insiden dalam satu pagi menjadi pengingat keras bahwa keselamatan di jalur kereta api tidak bisa ditawar. “Keselamatan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bentuk kepedulian terhadap kehidupan. Mari bersama-sama menjaga keselamatan, karena setiap orang memiliki keluarga yang menantikan kepulangannya dengan selamat,” tutup Franoto.(*)