Berita Utama

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Blokade Jalan Nasional Sukabumi

×

Evaluasi Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Blokade Jalan Nasional Sukabumi

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI —  Suasana persimpangan Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (23/10) sore, mendadak riuh. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Sukabumi Raya turun ke jalan, memblokade arus lalu lintas di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor. Spanduk kecaman dibentangkan, ban bekas dibakar, dan orasi bergantian menggema. Semua dilakukan untuk mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Aksi dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Spanduk bertuliskan kritik tajam terhadap pemerintah menjadi simbol keresahan mahasiswa. Lalu lintas sempat tersendat, namun situasi tetap kondusif di bawah pengawalan ketat aparat Polres Sukabumi Kota.

Rahmadi El Mangking, Koordinator Wilayah BEM Nusantara Jawa Barat, menegaskan aksi ini mengangkat tiga isu besar: krisis ekonomi, krisis ekologi, dan militerisasi. Ia menyoroti turunnya daya beli masyarakat, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap tidak tepat sasaran, serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai mangkrak.

Dalam isu ekologi, mahasiswa menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang disebut 99 persen akibat ulah manusia membuka lahan sawit. Mereka mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional agar penanganannya mendapat perhatian lebih luas.

Isu militerisasi juga menjadi sorotan. Mahasiswa menilai keterlibatan TNI dalam urusan koperasi desa hingga sektor sipil menunjukkan menyempitnya ruang demokrasi. “Kami menuntut tegaknya supremasi sipil dan demokrasi di Indonesia serta mendesak agar TNI dikembalikan ke barak,” tegas Rahmadi.