Rektor UMMI, Sukmawani, memastikan pihak kampus turun tangan menelusuri duduk perkara. Panitia KKN dan Dosen Pembimbing Lapangan diterjunkan untuk memastikan keselamatan mahasiswa. “Kami sedang konfirmasi ke pihak desa dan memastikan tidak ada masalah dengan mahasiswa KKN. Kebetulan KKN berakhir 14 Agustus, jadi mahasiswa tetap pamit ke desa,” ungkapnya.
Meski sempat diwarnai dinamika, pemerintah desa bersama mahasiswa KKN memastikan sarana pengolahan sampah tetap berjalan di lokasi baru. Fasilitas ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan kampung dan aliran Sungai Cinangka.(den/d)











