Berita Utama

Duduk Perkara Pembongkaran Fasilitas Pembakaran Sampah KKN UMMI di Curugkembar

×

Duduk Perkara Pembongkaran Fasilitas Pembakaran Sampah KKN UMMI di Curugkembar

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Sebuah tungku pembakaran sampah berbasis Rocket Stove karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Kampung Pasirbitung, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, mendadak dibongkar. Fasilitas ramah lingkungan yang dibangun di tepi Sungai Cinangka itu semula diharapkan menjadi solusi mencegah warga membuang sampah sembarangan. Namun, insiden pembongkaran terjadi akibat miskomunikasi antara pemilik lahan dan pihak desa.

Sekretaris Desa Mekartanjung, Taofik Abdullah, menjelaskan bahwa pembangunan tungku sampah dimulai 8 Agustus lalu oleh mahasiswa KKN bersama pemerintah desa. “Awalnya lokasi itu terbengkalai di pinggir sungai. Mahasiswa KKN bersama pihak desa berinisiatif membuat tempat pembakaran sampah agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai,” ujarnya.

Persoalan muncul karena lokasi pembangunan berada di lahan milik warga bernama Haji Abuy yang sedang bekerja di Dubai. Pemilik lahan sempat mengira bangunan tersebut dibuat oleh pengumpul barang bekas, sehingga ia menginstruksikan kerabatnya untuk membongkar. Padahal, Kepala Desa sudah berkomunikasi langsung dengan pemilik lahan dan mendapat izin penggunaan sementara dengan catatan siap dibongkar jika suatu saat diperlukan. “Pembongkaran ini murni karena miskomunikasi,” kata Taofik.

Pascapembongkaran, pemerintah desa segera membangun kembali fasilitas tungku sampah di lokasi baru, sekitar 50 meter dari tempat semula, di atas tanah negara yang tidak berpemilik. “Niat utama kami tetap sama, menyediakan sarana pengolahan sampah agar lingkungan kampung tetap asri,” tandas Taofik.

Ketua KKN UMMI Kelompok 11, Muhammad Ihza Mahendra, menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan desa sebelum pembangunan. “Kami mahasiswa KKN sudah izin dan menanyakan kepada Pak Kades. Kata Pak Kades ini tanah harim atau milik negara. Setelah dibongkar, kami langsung buat kembali di lokasi baru,” jelasnya.