SUKABUMI — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Depok dan Kabupaten Sukabumi. Kesaksian warganet di media sosial menyebut debu terasa di kawasan Citayam, Sawangan, Bojongsari, hingga Cipayung, bahkan membuat pengendara motor batuk dan kendaraan berdebu.
Berdasarkan citra BMKG pada Minggu (6/9) pukul 03.00 WIB, abu vulkanik teridentifikasi menyebar ke arah tenggara hingga selatan pada ketinggian 20.000 kaki, mencakup sebagian Banten dan Jawa Barat. Pada ketinggian hingga 50.000 kaki, abu bergerak ke barat daya hingga barat laut, meliputi Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia.
Kondisi ini berdampak langsung pada operasional penerbangan. Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, mulai pukul 01.30 hingga 05.30 WIB. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama BMKG dan operator penerbangan terus memantau perkembangan sebaran abu.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengimbau calon penumpang untuk memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai. Pihak bandara juga menyediakan layanan informasi melalui Contact Center InJourney Airports 172.