Berita Utama

Dari Api ke Erosi, Dampak Karhutla Mengancam Lingkungan

×

Dari Api ke Erosi, Dampak Karhutla Mengancam Lingkungan

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Api yang melalap kawasan Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Bojonglopang, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, akhirnya berhasil dipadamkan. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 18 hektare itu meninggalkan jejak kerusakan ekologis yang serius.

Kepala KPH Sukabumi, Dedy S.J. Mulyanto, menegaskan bahwa kebakaran tidak hanya merusak tegakan pohon, tetapi juga mengancam keanekaragaman flora dan fauna, merusak kesuburan tanah, memicu erosi, hingga memperburuk krisis iklim akibat emisi karbon. “Kami tidak hanya rugi material berupa tegakan pohon, tetapi kondisi tanahnya sendiri mengalami kerugian ekologis yang sangat besar,” ujarnya, Selasa (11/8).

Api pertama kali berkobar Minggu (9/8) malam. Petugas gabungan dari Polhut, BPBD Kabupaten Sukabumi, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk memadamkan api. Setelah upaya intensif, kebakaran akhirnya bisa ditangani.

Hasil penelusuran menunjukkan api berasal dari aktivitas pembakaran lahan oleh penggarap di sekitar area bekas tebangan. Metode tradisional ini masih dianggap praktis dan murah, meski dampaknya sangat merusak. “Kami sudah berulang kali menyosialisasikan agar tidak ada aktivitas pembakaran lahan. Namun di lapangan, metode ini masih dilakukan,” kata Dedy.