Berita Utama

Bangkit dari Abu, Ciptamulya Prioritaskan Imah Gede

×

Bangkit dari Abu, Ciptamulya Prioritaskan Imah Gede

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Api memang telah melahap puluhan bangunan di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sabtu (25/7/2026). Namun, kobaran si jago merah itu tak mampu memadamkan semangat masyarakat adat untuk bangkit.

Hari-hari pertama pascakebakaran menjadi masa paling berat. Syok, kehilangan tempat tinggal, hingga kebingungan harus memulai dari nol sempat membekap warga. Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik Suhendrik Wijaya, mengakui masa itu sebagai ujian berat. “Warga sempat syok. Dua hari, tiga hari, sampai seminggu. Tapi akhirnya mereka menerima. Ini mungkin takdir,” ujarnya.

Sebagian warga kini mengungsi di rumah sanak saudara, sebagian lainnya menempati tenda pengungsian. Perlahan, rasa kehilangan digantikan kesadaran bahwa kehidupan harus terus berjalan. Abah Hendrik terus memberi penguatan agar masyarakat tidak larut dalam kesedihan.

Di tengah pemulihan, satu hal menjadi prioritas: membangun kembali Imah Gede. Bagi masyarakat adat, Imah Gede bukan sekadar bangunan, melainkan pusat kehidupan adat. “Yang jelas, harus Imah Gede dulu. Nanti dibangun secara gotong royong. Setelah itu baru yang lainnya,” tegas Abah Hendrik.

Setelah Imah Gede, pembangunan akan dilanjutkan dengan bangunan kelembagaan adat, termasuk Pegawai Tuju, sebelum rumah warga dibangun bertahap. Skema ini menunjukkan bahwa pemulihan bukan sekadar fisik, tetapi juga menghidupkan kembali pusat kehidupan adat.

Bantuan dari berbagai pihak, mulai dari kebutuhan pokok hingga dukungan pembangunan rumah, menjadi alasan warga mampu bangkit lebih cepat. “Alhamdulillah sangat terbantu. Ada bantuan dari berbagai instansi sampai gubernur,” kata Abah Hendrik.