Ketua Umum DPP PUI, H. Raizal Arifin, menambahkan bahwa Sukabumi dipilih sebagai lokasi karena nilai historisnya bagi perjalanan PUI. Dua dari tiga pendiri PUI, yakni KH Ahmad Sanusi dan Mr. R. Shamsudin, berasal dari Sukabumi dan merupakan anggota BPUPKI. “Jejak sejarah ini menjadi momentum bagi kami untuk berkonsolidasi sekaligus menyapa kader muda,” ujarnya.
Raizal menekankan bahwa perkemahan ini dirancang sebagai benteng karakter di tengah ancaman era digital, mulai dari jebakan pinjaman online, tawuran, hingga dekadensi moral. “Output yang diharapkan selaras dengan ajaran Ishlahu Tsamaniyah, khususnya Ishlahut Tarbiyah. Kami ingin membina generasi muda agar memiliki imunitas kuat menghadapi tantangan global,” jelasnya.
Kehadiran Kapolri sebagai pembina upacara dinilai memberi teladan nyata bagi peserta. Sinergi antara ulama, kepolisian, dan elemen kepemudaan diharapkan melahirkan calon pemimpin bangsa yang berintegritas, berjiwa Pancasila, dan siap mengawal visi Indonesia Emas 2045.(den/d)