SUKABUMI -Di tengah kemeriahan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Ke-XXIII Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Syamsul Ulum Sukabumi Tahun Akademik 2025-2026, terselip kisah perjuangan menginspirasi dari seorang mahasiswa rantau.
Di gedung Hotel Grand Pangrango Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/10), Masya Bagari Takum (23) melangkah anggun saat dikukuhkan sebagai salah satu lulusan terbaik dari Program Studi Ilmu Pemerintahan dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) fantastis, 3,86.
Namun di balik torehan gemilang tersebut, perjalanan akademik pemuda asal Palembang, Sumatera Selatan ini dipenuhi perjuangan gigih.
Merantau ribuan kilometer dari kampung halaman tanpa kehadiran fisik orang tua yang terkendala biaya perjalanan, Masya melakoni keseharian sebagai penjaga toko fotokopi.
Tinggal menetap di toko fotokopi menjadi pilihan terbaik baginya demi menghemat pengeluaran biaya kontrakan, sekaligus bentuk komitmen timbal balik atas pekerjaannya.
“Yang saya inginkan itu orang tua saya hadir di sini, namun terhalang biaya ongkos, jadi diwakilkan oleh keluarga lain. Alhamdulillah semua berjalan lancar,” tutur Masya dengan mata berbinar haru usai prosesi wisuda, Rabu (28/10).
Keterbatasan ekonomi tak sedikit pun menyurutkan langkah Masya. Berkat sistem perkuliahan Prodi Ilmu Pemerintahan yang terjadwal efektif setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu, ia mampu membagi waktu secara optimal antara pekerjaan dan tugas studi.
Perjuangannya pun kian teringankan berkat beasiswa pendidikan penuh yang berhasil ia raih sepanjang masa perkuliahan.
“Terima kasih kepada para dosen yang telah membimbing saya dari awal hingga meraih prestasi saat ini, serta dukungan keluarga yang sangat banyak membantu sampai ke detik ini,” ungkap pemuda yang kini membidik peluang karir sebagai pekerja migran di Jepang tersebut.
Momen Spesial di Hari Sumpah Pemuda
Pelaksanaan wisuda yang bertepatan dengan momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 turut mendapat sorotan khusus dari Ketua STISIP Syamsul Ulum Sukabumi, Aang Rahmatullah.
“Wisuda kali ini sangat spesial karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Hampir secara keseluruhan lulusan yang kita wisuda hari ini adalah para pemuda,” ujar Aang.
Pada kelulusan tahun akademik ini, STISIP Syamsul Ulum melepas 103 lulusan yang terdiri atas 69 sarjana Ilmu Administrasi Negara dan 35 sarjana Ilmu Pemerintahan. Aang berharap para alumni dapat mengimplementasikan keilmuannya untuk berkontribusi aktif bagi masyarakat.
“Poin pentingnya adalah kami berharap mereka mampu mengisi posisi-posisi strategis di masyarakat, berguna bagi bangsa dan negara, khususnya di Sukabumi,” tambahnya.
Menyongsong tahun 2027, STISIP Syamsul Ulum juga menargetkan pengembangan kelembagaan secara signifikan, mulai dari penambahan program studi baru hingga alih status dari Sekolah Tinggi menjadi Universitas. (Wdy)





