PURWAKARTA – Beberapa warga di Kecamatan Bojong dan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, merasa senang dan bersyukur, karena selain di wilayah itu beberapa wilayah lain di Purwakarta, juga dikabarkan mengalami hujan pada Minggu, (25/10/2026) kemarin sore.
Meskipun hujan turun tidak begitu lama dengan intensitas sedang, namun warga memprediksi bahwa ini pertanda akan berakhirnya kemarau atau periode Hari Tanpa Hujan, yang selama ini terjadi di hampir setiap daerah di Jawa Barat (Jabar) selama sekitar 150 hari.
“Alhmdulillah di wilayah Bojong dan sekitarnya serta di daerah Darangdan, kemarin (Minggu, 25/10/2026), hujan turun. Walaupun enggak lebat dan tak lama tapi lumayan. Dan, hari ini (Senin, 26/10) juga cuaca terlihat ada mendung,” tutur Jajang warga Bojong, pada Senin (26/10/2026).
Salah seorang warga lain menuturkan, bahwa selama musim kemarau tahun ini sumur praktis kering, sehingga untuk mendapatkan air bersih warga harus mencari sumber air ke daerah lain dan diangkut menggunakan jerigen.
“Selama musim kemarau ini, hampir tiap hari kami harus meminta air ke tempat lain, minimal 10 jerigen sehari air yang kami butuhan,” ungkap Lilis (30).
Melansir keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi hujan masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. ”Ya, secara umum diprediksi potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah di Jabar,” kata Alita Nuraeni, selaku Forecaster Stasiun dan Koordinator NDF dan MEWS Jabar
Dalam laporan tertulis mengenai analisis dan prospek cuaca mingguan di wilayah Jabar, BMKG menyampaikan perkiraan cuaca satu pekan ke depan. Menurut perkiraan pihak BMKG, beberapa fenomena atmosfer mendukung peningkatan potensi pertumbuhan awan konvektif dan curah hujan di sebagian wilayah Jabar.
Di antaranya, suhu muka laut yang relatif hangat mendukung suplai uap air. Selain itu, gelombang atmosfer Rossby Ekuator serta Madden Julian Oscillation (MJO) diprakirakan terpantau aktif di Jabar.
Bahkan kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil sedang hingga kuat mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pada skala lokal.
BMKG juga menyatakan memperkirakan, bahwa selain mengalami hujan ringan, sebagian wilayah Jabar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang.
”Namun, masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi iklim cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu,” ungkapnya. (Ron/*)