Kabupaten Sukabumi

Jasad Perempuan di Ciemas Sukabumi, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Saung Perkebunan Jati

×

Jasad Perempuan di Ciemas Sukabumi, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Saung Perkebunan Jati

Sebarkan artikel ini

PALABUHANRATU – Pelarian pria berinisial RA yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan perempuan yang jasadnya ditemukan di perkebunan jati di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, berakhir pada Minggu (18/10/2026) dini hari.

Tim gabungan Satreskrim Polres Sukabumi meringkus RA sekitar pukul 05.00 WIB saat bersembunyi di sebuah saung perkebunan di Desa Cibenda. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan penting dalam pengungkapan kasus penemuan jasad perempuan yang menggegerkan wilayah Ciemas.

Setelah melakukan penyelidikan dan menelusuri sejumlah petunjuk di lapangan, polisi akhirnya mengamankan pria yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. RA ditangkap tanpa perlawanan. Petugas kemudian membawanya ke Mapolres Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap secara terang peristiwa yang merenggut nyawa perempuan tersebut.

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi melalui Kasi Humas Polres Sukabumi Iptu Ilham Sapta Permadi membenarkan penangkapan itu, Ia menyatakan, penangkapak dilakukan pada Minggu, 18 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 WIB, jajaran Satreskrim Polres Sukabumi berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial RA yang diduga sebagai pelaku.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini dilakukan melalui serangkaian penyelidikan, mulai dari pengumpulan petunjuk di tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan keterangan saksi, hingga penelusuran intensif di lapangan.

Meski demikian, polisi belum mengungkap secara terperinci motif maupun kronologi lengkap dugaan pembunuhan tersebut. Penyidik masih mendalami keterangan RA dan mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.
“Penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan mempercayakan proses pengungkapan kasus kepada kepolisian,” ujarnya.

Masih kata Iptu Ilham, penangkapan RA kini menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengurai misteri di balik kematian perempuan yang jasadnya ditemukan di perkebunan jati Ciemas.
“Kita masih menanti jawaban atas sejumlah pertanyaan penting masyarakat, terutama mengenai motif, kronologi kejadian, serta peran terduga pelaku dalam kasus ini,” jelasnya.

“Penyidik masih mendalami keterangan RA dan mengumpulkan bukti-bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, aroma busuk yang menyengat memecah aktivitas seorang petani di perkebunan jati Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (13/10/2026) pagi. Saat ditelusuri, sumber bau tersebut ternyata berasal dari sesosok mayat yang tergeletak di tanah dalam kondisi pembusukan lanjut.

Penemuan itu sontak mengundang perhatian warga. Jasad yang diduga berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB. Hingga kini, identitas korban masih menjadi misteri, sementara penyebab kematiannya belum diketahui.

Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa bermula ketika Jumrowi, seorang petani yang tengah mengarit rumput di perkebunan milik Ayi, mencium bau busuk yang menyengat. Merasa curiga, ia mencari sumber aroma tersebut hingga melihat benda menyerupai tubuh manusia terbaring di atas tanah.

Jumrowi kemudian memberitahukan temuannya kepada Ayi yang kebetulan melintas tidak jauh dari lokasi. Keduanya lantas mendatangi titik tersebut untuk memastikan apa yang mereka lihat. Betapa terkejutnya mereka saat mengetahui bahwa benda yang tergeletak itu merupakan jasad manusia. Kondisinya telah mengalami pembusukan lanjut, bahkan dipenuhi belatung.

Korban terlihat mengenakan celana panjang jeans berwarna biru, kaus hitam, serta pakaian dalam. Namun, kondisi jasad yang telah membusuk membuat identitasnya belum dapat dipastikan. Menyadari temuan tersebut, kedua saksi segera melaporkannya kepada perangkat Desa Girimukti dan pihak kepolisian. (Ndi)