Pendidikan

Nyari Gawe: Inovasi Digital Pemprov Jabar untuk Pekerja Terdampak PHK

×

Nyari Gawe: Inovasi Digital Pemprov Jabar untuk Pekerja Terdampak PHK

Sebarkan artikel ini

BANDUNG —  Di tengah tantangan ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan inovasi digital bernama Nyari Gawe. Aplikasi ini menjadi jembatan harapan bagi warga yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sekaligus memperluas kesempatan kerja melalui penempatan yang lebih terintegrasi.

Per 9 Oktober 2026, Nyari Gawe telah mencatat 704.121 pencari kerja dan menyediakan 24.085 lowongan dari 714 perusahaan. Kepala Disnakertrans Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memenuhi hak pekerja sesuai regulasi, memperkuat koordinasi, serta melakukan deteksi dini untuk menyelesaikan permasalahan hubungan industrial.

Sinergi juga dilakukan bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan akses pekerja terhadap Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan Jaminan Hari Tua. Catatan Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan 13.044 pekerja di Jabar terdampak PHK sepanjang Januari–September 2026, sehingga perlindungan sosial menjadi kebutuhan mendesak.

Selain aplikasi, Pemprov Jabar mengembangkan Bursa Kerja Online yang disiarkan langsung lewat akun TikTok Gubernur Jabar. Program interaktif ini sudah berjalan empat edisi, melibatkan 89 perusahaan, dan menyediakan 5.768 lowongan.

Tak berhenti di situ, Disnakertrans Jabar juga menggenjot pelatihan berbasis kejuruan di berbagai bidang: otomotif, menjahit, barista, pengelasan, manufaktur, operator forklift, hingga pembuatan konten digital. Layanan mobile training unit dan pelatihan kewirausahaan turut digelar di berbagai daerah untuk menumbuhkan minat wirausaha mandiri.