SUKABUMI — Lembaga pendidikan Islam Tahfidz Al-Qur’an Fathiyyah Zahra Abdul Karim terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman. Berlokasi di Dusun Cibolang Girang, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, lembaga yang telah terdaftar resmi dengan Nomor Statistik Pondok Kemenag ini hadir dengan visi besar di tengah arus globalisasi: melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan unggul dalam prestasi.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Tahfidz Fathiyyah Zahra menerapkan misi strategis yang menekankan penanaman kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui program tahfidz dan tahsin intensif, integrasi nilai Qur’ani dalam karakter sehari-hari, serta pembelajaran akademik dan non-akademik berkualitas. Lembaga ini juga menumbuhkan budaya kompetitif yang sehat dan mengembangkan keterampilan santri berbasis perpaduan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan Iman dan Taqwa (IMTAQ).
Pimpinan Tahfidz Fathiyyah Zahra, KH. Iim Abdul Karim, menegaskan bahwa tantangan masa depan menuntut santri memiliki fondasi agama yang kokoh sekaligus wawasan luas. “Kami tidak hanya ingin mencetak penghafal Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan generasi yang akhlaknya mencerminkan nilai Qur’ani secara nyata. Di era global dan disrupsi teknologi saat ini, santri harus menguasai IPTEK tanpa meninggalkan IMTAQ. Mereka dituntut untuk cerdas, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, namun tetap berpijak pada akhlakul karimah,” ujarnya.
Lebih lanjut, KH. Iim memaparkan bahwa tujuan lembaga ini berorientasi pada masa depan santri. Mereka ditargetkan lulus dengan hafalan Al-Qur’an yang tartil sekaligus meraih prestasi di bidang akademik, seni, olahraga, maupun keagamaan. Lembaga juga memfasilitasi santri agar mampu menembus jenjang pendidikan lanjutan yang favorit dan berkualitas, dengan dukungan lingkungan belajar yang islami, kondusif, inovatif, dan berwawasan lingkungan.





