SUKABUMI – Guru TK Kemala Bhayangkari 47 Kota Sukabumi, Feni, berhasil meraih Juara Guru Transformatif – Inovasi Pembelajaran TK dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat Kota Sukabumi 2026.
Penghargaan tersebut diraih Feni melalui inovasi pembelajaran GEMPITA (Gerobak Mainan Pintar). Media pembelajaran ini memadukan 20 permainan edukatif dalam satu gerobak yang dirancang untuk membuat kegiatan belajar anak usia dini lebih aktif dan menyenangkan.
GEMPITA mulai diterapkan di TK Kemala Bhayangkari 47 Kota Sukabumi sejak 2024. Media tersebut dibuat menggunakan bahan sederhana dan sebagian memanfaatkan barang bekas yang aman bagi anak.
Melalui GEMPITA, anak diberikan kesempatan untuk memilih permainan sesuai minatnya. Dalam proses bermain, mereka juga belajar berinteraksi, bekerja sama, menunggu giliran, mengikuti aturan hingga memecahkan masalah sederhana.
Feni mengatakan, gagasan GEMPITA berawal dari refleksi terhadap kebutuhan peserta didik. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi, minat, kebutuhan dan gaya belajar yang berbeda.
Karena itu, ia berusaha menghadirkan media yang dapat memberikan ruang kepada anak untuk aktif memilih, mencoba, mengeksplorasi dan menemukan pengalaman belajar secara langsung.
Respons anak terhadap GEMPITA pun sangat positif. Sekitar 90 persen murid menyatakan senang menggunakan media tersebut. Bahkan, anak-anak secara mandiri memilih permainan yang tersedia ketika memasuki waktu istirahat.
“Anak semakin banyak mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman nyata, seperti mencoba, bekerja sama, mengungkapkan perasaan, bergerak, memecahkan masalah sederhana dan mencoba kembali ketika mengalami kesulitan,” kata Feni.
Menurut Feni, inovasi pembelajaran tidak harus menggunakan teknologi canggih. Teknologi justru ia manfaatkan untuk mencari referensi dan mengembangkan gagasan, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan anak serta kondisi sekolah.
GEMPITA sendiri dikembangkan melalui tahapan perancangan, pembuatan, konsultasi, uji coba dan refleksi. Dalam prosesnya, Feni juga mendapat dukungan dari kepala sekolah, rekan guru dan orang tua.
Selama 17 tahun mengajar, Feni yang hingga kini berstatus sebagai guru tetap yayasan mengaku penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan berinovasi. Terlebih pengembangan GEMPITA mendapat dukungan dari kepala sekolah, rekan guru, dan orang tua. Feni rutin berkonsultasi, melakukan uji coba, serta mengevaluasi media agar sesuai dengan kebutuhan anak.
Dukungan tersebut semakin menguatkan penerapan GEMPITA, terutama setelah melihat antusiasme anak dan manfaatnya dalam proses pembelajaran.
“Jangan takut untuk memulai dari hal sederhana. Inovasi tidak selalu harus mahal atau menggunakan teknologi yang canggih. Kita dapat memanfaatkan apa yang ada di sekitar dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan anak,” tuturnya.
Setelah meraih penghargaan tingkat Kota Sukabumi, Feni mulai mempersiapkan pengembangan GEMPITA untuk dibawa ke tingkat yang lebih luas. Ia akan memperkuat dokumentasi, melakukan refleksi, mengembangkan media serta berbagi praktik baik dengan guru lainnya.
Sebelumnya, GEMPITA telah didiseminasikan dalam kegiatan pemetaan dan pengumpulan media pembelajaran serta uji petik kebutuhan dan penggunaan media pembelajaran jenjang PAUD, SD, SMP dan SLB yang diselenggarakan BBGP Provinsi Jawa Barat pada 2024.
Bagi Feni, perjuangan menuju tingkat nasional bukan semata-mata mengejar penghargaan. Lebih dari itu, ia ingin praktik baik GEMPITA dapat menginspirasi guru lain dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pendidikan anak usia dini. (wdy)





