Pendidikan

Pelatihan Gasing di SMAN 4 Depok, Kadisdik Jabar: Dulu Saya juga Termasuk yang Tak Suka Matematika

×

Pelatihan Gasing di SMAN 4 Depok, Kadisdik Jabar: Dulu Saya juga Termasuk yang Tak Suka Matematika

Sebarkan artikel ini

DEPOK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat, khususnya kemampuan numerasi peserta didik.

Salah satunya yakni melalui perluasan penerapan metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) dalam pembelajaran matematika. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Subang, program pelatihan Gasing kembali digelar di SMAN 4 Depok, pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto dan Wali Kota Depok, Supian Suri ini, diikuti 163 guru dari berbagai jenjang dan daerah di Jabar. Terdiri dari 19 guru SMA/SMK Kota Depok, 45 guru jenjang lainnya di Kota Depok, serta 118 guru perwakilan dari berbagai daerah di Jabar.

Dalam kesempatan itu, Kadisdik Jabar mengatakan, bahwa penguatan metode pembelajaran matematika merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jabar untuk meningkatkan kualitas generasi muda agar memiliki kompetensi dan mampu bersaing.

“Pak Gubernur berkomitmen agar generasi Jabar semakin baik, meningkat, dan mampu berkompetisi. Salah satu yang kita lakukan adalah memperkuat layanan pendidikan melalui pembelajaran matematika yang lebih mudah, asyik, dan menyenangkan,” ujarnya dikutip laman Disdik Jabar, Kamis (8/10/2026).

Purwanto menilai, salah satu tantangan dalam pembelajaran matematika adalah masih adanya peserta didik yang merasa takut atau tidak nyaman ketika berhadapan dengan mata pelajaran tersebut.

Karena itu, menurutnya kesiapan mental anak perlu dibangun terlebih dahulu agar mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman. “Dulu saya juga termasuk yang tidak suka matematika. Kalau ada pelajaran matematika, rasanya takut,” ungkapnya.

“Sekarang saya memahami, kesiapan mental anak harus dibangun terlebih dahulu sebelum belajar,” kata Purwanto, menambahkan.

Ia menekankan, agar peserta didik perlu merasa aman, nyaman, dan senang sebelum menerima materi pembelajaran. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam membangun kedekatan dengan siswa.

“Anak tidak boleh cemas dan takut. Mereka harus merasa senang sehingga proses belajarnya menjadi lebih enak. Itu yang coba diterapkan melalui metode Gasing,” tuturnya.

Kadisdik berharap, pelatihan tersebut dapat memberikan pengalaman baru kepada para guru mengenai cara menghadirkan materi pembelajaran matematika yang lebih dekat dengan karakter dan kebutuhan peserta didik.

“Tim Gasing akan memberikan pengalaman dan memfasilitasi Bapak-Ibu guru bagaimana menerapkan pembelajaran matematika yang asyik dan menyenangkan kepada anak-anak,” ujarnya.

Pelatihan Gasing 15 Hari

Untuk pelatihan Gasing di Kota Depok, berlangsung selama 15 hari. Kadisdik pun meminta seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai dan menerapkan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.

“Bapak-Ibu sudah dipercaya oleh sekolah, dinas, dan Pak Gubernur. Oleh karena itu, saya mohon 15 hari ini bisa diikuti sampai selesai. Jangan sampai ada yang terputus,” pesannya.

Ia menegaskan, pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kompetensi guru, tetapi harus berlanjut pada praktik pembelajaran di ruang kelas.

“Kita ingin apa yang dipelajari benar-benar diterapkan untuk kemajuan pendidikan, khususnya pembelajaran matematika di Jabar,” tegasnya.

Dorong Peningkatan Numerasi Jabar

Kadisdik Jabar, juga menyampaikan, penguatan pembelajaran matematika sangat penting, mengingat kemampuan numerasi peserta didik di Jawa Barat masih perlu terus ditingkatkan.

Gasing, menurutnya, menjadi salah satu ikhtiar untuk mendorong perubahan tersebut, sekaligus membangun budaya belajar matematika yang lebih positif sejak jenjang pendidikan dasar.

“Pak Gubernur sudah berkeliling ke sekolah-sekolah dan melihat langsung kemampuan anak-anak. Kita harus jujur, numerasi di Jabar masih perlu diperbaiki. Mudah-mudahan Gasing menjadi salah satu ikhtiar untuk meningkatkan kemampuan tersebut,” pungkasnya.

Perluas Dampak Gasing

Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri pun mengapresiasi pelaksanaan pelatihan Gasing di Kota Depok. Ungkap dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang peningkatan kompetensi guru, tetapi juga membuka peluang lahirnya para trainer sehingga kedepan dapat menyebarluaskan metode pembelajaran matematika ke berbagai daerah di Indonesia.

“Saya yakin yang hadir di depan saya ini nantinya akan menjadi trainer-trainer yang keliling Indonesia. Bukan hanya mencerdaskan anak-anak di lingkungan sekolah atau kota masing-masing, tetapi juga anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan matematika menjadi salah satu bagian penting dalam penguatan kompetensi akademik peserta didik, terlebih dengan adanya Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mengujikan matematika dan bahasa Indonesia pada jenjang SMP.

“Matematika menjadi salah satu ukuran bagaimana kecerdasan anak-anak kita. Sementara kita sama-sama tahu, kebanyakan dari kita tidak suka matematika,” tuturnya.

“Alhamdulillah, melalui Gasing Academy, Prof. Yohanes memiliki metode yang keren untuk membuat orang bisa dan suka matematika,” ucap Supian Suri, menambahkan

Supian Suri juga mendorong agar pelatihan Gasing ini tidak hanya menyasar terhadap guru dari sekolah negeri, tetapi juga diberikan kepada guru sekolah swasta di Kota Depok.

Ia menyebut, Kota Depok memiliki 34 SMP negeri dan 206 SD negeri. Pemkot Depok juga telah bekerja sama dengan 52 sekolah swasta gratis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Kita sudah bisa menyelesaikan persoalan gratisnya. Tinggal bagaimana kualitasnya bisa sejajar atau sama dengan sekolah negeri. Oleh sebab itu, metode Gasing untuk guru-guru matematika juga harus kita berikan kepada guru-guru di sekolah swasta,” pungkasnya. (*)