SUKABUMI – Guru SMP Negeri 3 Kota Sukabumi, Rekha Budi Ramdhani, membuktikan bahwa pembelajaran inovatif tidak selalu membutuhkan teknologi canggih. Ia memanfaatkan permainan tradisional Oray-orayan untuk membuat pembelajaran IPS lebih aktif dan menyenangkan.
Inovasi tersebut mengantarkan Rekha meraih Juara Kategori Guru Transformatif–Inovasi Pembelajaran SMP dalam ajang Penghargaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) Tingkat Kota Sukabumi 2026.
Prestasi itu sekaligus mengantarkan Rekha untuk mengikuti tahapan di tingkat nasional. Ia mengaku bersyukur karena penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas proses dan kerja kerasnya sebagai guru.
“Penghargaan ini bukan hanya prestasi pribadi, tetapi apresiasi terhadap proses, kerja keras, rasa cinta pada profesi guru dan upaya untuk terus belajar menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik,” ujar Rekha.
Menurut Rekha, inovasi Oray-orayan berawal dari kondisi sebagian siswa yang masih kurang aktif dan memiliki motivasi belajar yang beragam. Ia kemudian mencari metode agar pembelajaran IPS tidak hanya dilakukan dengan duduk, mencatat, dan mendengarkan.
“Saya berpikir, kalau permainan tradisional dapat membuat anak-anak aktif dan gembira, kenapa tidak diintegrasikan dalam pembelajaran?” katanya.
Metode tersebut dikembangkan secara bertahap sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Menariknya, inovasi ini tidak bergantung pada HP, aplikasi, maupun internet.
Hasilnya, siswa menjadi lebih antusias mengikuti pembelajaran. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga bergerak, bekerja sama, berinteraksi, serta lebih berani menyampaikan pendapat.
“Perubahannya bisa dilihat dari keaktifan dan keberanian siswa. Mereka lebih berani menyampaikan pendapat, menjawab dan bekerja sama,” ungkapnya.
Rekha menilai keterbatasan fasilitas bukan alasan bagi guru untuk berhenti berinovasi. Menurutnya, lingkungan sekitar dan permainan tradisional dapat menjadi sumber belajar yang sederhana sekaligus menarik.
Kini, ia tengah mempersiapkan inovasi Oray-orayan untuk tingkat nasional, mulai dari penguatan naskah dan video pembelajaran hingga dokumentasi dampak terhadap siswa.
“Saya tidak mencari juara satu, dua ataupun menjadi pemenang. Target saya adalah memberikan yang terbaik dan membawa nama baik SMP Negeri 3 Kota Sukabumi serta Kota Sukabumi di tingkat nasional,” tegasnya.
Selain Oray-orayan, Rekha juga mengembangkan inovasi pembelajaran lainnya, seperti Metode Jejak Kasus, Class Got Talent, dan Lorong Waktu Praaksara.
Bagi Rekha, inovasi bukan semata untuk meraih penghargaan, melainkan menghadirkan pembelajaran yang benar-benar bermakna bagi siswa. (wdy)





