Pendidikan

Dua Siswi SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi Wakili Jabar di Duta Batik Cilik Nasional

×

Dua Siswi SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi Wakili Jabar di Duta Batik Cilik Nasional

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi. Dua siswinya, Aisyah Calista dan Ismi Nurilah Nugraha, berhasil meraih prestasi dalam ajang Duta Batik Cilik Jawa Barat 2026.

Keduanya masing-masing berhasil meraih juara 1 dan juara 2 Duta Batik Cilik Jawa Barat 2026. Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan Aisyah dan Ismi menjadi wakil Jawa Barat dalam Pemilihan Duta Batik Cilik Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Oktober 2026.

Kepala SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi, Iyus, mengaku bangga atas pencapaian yang diraih kedua siswinya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Aisyah dan Ismi bukan hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki.

“Sebagai kepala satuan pendidikan SDN Dewi Sartika CBM, kami sangat mengapresiasi dan bangga terhadap prestasi yang sudah dicapai Aisyah dan Ismi. Mereka berhasil menjadi juara satu dan dua Duta Batik Cilik Jawa Barat 2026 sekaligus melaju ke tingkat nasional,” ujar Iyus.

Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan minat dan bakat yang dilakukan sejak dini. Sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, termasuk bidang modelling.

Pembinaan tersebut juga dilakukan melalui kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Menurut Iyus, dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membantu siswa mengembangkan potensi secara lebih optimal.

Selain itu, dukungan juga datang dari sejumlah rumah batik di Sukabumi dan Cianjur yang turut mendampingi serta memperkenalkan kekayaan batik daerah dalam berbagai kegiatan.

“Pembinaan minat dan bakat sejak dini, kolaborasi antara orang tua dengan kegiatan ekstrakurikuler modelling di sekolah menjadi bagian dari scaffolding atau batu loncatan untuk meningkatkan minat dan bakat yang dimiliki anak,” jelasnya.

Iyus melihat Aisyah dan Ismi memiliki sejumlah potensi yang mendukung mereka dalam mengikuti ajang Duta Batik Cilik.

Keduanya dinilai memiliki rasa percaya diri, kemampuan public speaking, serta keterampilan modelling yang cukup kuat. Kemampuan tersebut menjadi modal penting ketika mereka harus tampil di depan publik sekaligus membawa nama sekolah dan Jawa Barat.

“Keunggulan Aisyah dan Ismi, keduanya memiliki potensi yang kuat, percaya diri, public speaking, modelling, serta mampu menjadi inspirasi untuk teman-temannya,” ungkap Iyus.

Pihak sekolah pun terus memberikan dukungan selama keduanya mengikuti rangkaian pemilihan Duta Batik Cilik Jawa Barat hingga persiapan menuju tingkat nasional.

Salah satunya dengan membangun komunikasi intensif antara orang tua, guru kelas, dan siswa. Hal itu dilakukan karena kegiatan yang diikuti keduanya terkadang bertepatan dengan jam pembelajaran.

Sekolah kemudian melakukan penyesuaian agar kegiatan akademik tetap berjalan dan materi pelajaran utama tidak tertinggal.

“Dukungan sekolah dilakukan dengan memberikan motivasi serta kolaborasi dengan orang tua. Karena dalam mengikuti ajang tersebut terkadang meninggalkan jam pembelajaran, kami melakukan komunikasi intensif antara orang tua dan guru kelas agar pembelajaran akademik tetap tidak tertinggal,” katanya.

Selain mendukung prestasi siswi di bidang modelling dan budaya, SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi juga memiliki berbagai kegiatan untuk mengenalkan batik kepada peserta didik.

Pengenalan tersebut salah satunya dilakukan melalui peringatan Hari Batik Nasional. Para siswa mengenakan pakaian batik yang kemudian dipadukan dengan kegiatan seperti fashion show.

Sekolah juga menjalin kolaborasi dengan rumah batik di sekitar Sukabumi melalui kegiatan kunjungan. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengenal batik sebagai pakaian, tetapi juga memahami proses dan nilai budaya yang ada di balik pembuatannya.

Menurut Iyus, pengenalan batik kepada anak-anak juga menjadi bagian dari pendidikan karakter.

Sebab, proses menghasilkan kain batik membutuhkan ketekunan, keuletan dan kesabaran. Nilai tersebut diharapkan dapat dipahami dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak diajarkan untuk menghargai karya, saling menghargai, mencintai budaya sendiri sekaligus turut serta melestarikannya,” pungkasnya.

Keberhasilan Aisyah Calista dan Ismi Nurilah Nugraha melaju ke tingkat nasional pun menjadi bagian dari upaya SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi memperkuat budaya berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Sekolah berharap kiprah keduanya di tingkat nasional tidak hanya membawa nama baik sekolah dan Kota Sukabumi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berani mengembangkan minat dan bakat masing-masing. (wdy)