Nasional

Resmi Buka 3 Prodi Baru, Politeknik Agraria STPN Wisuda 568 Taruna Perdana

×

Resmi Buka 3 Prodi Baru, Politeknik Agraria STPN Wisuda 568 Taruna Perdana

Sebarkan artikel ini

SLEMAN — Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi berganti bentuk kelembagaan menjadi Politeknik Agraria STPN. Peresmian kampus vokasi pertanahan ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Sleman, D.I. Yogyakarta, Sabtu (5/9).

Prosesi bersejarah ini digelar bersamaan dengan wisuda perdana 568 taruna-taruni. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, jajaran pejabat tinggi kementerian, Sekda DIY, serta para Kepala Kantor Wilayah BPN dari seluruh Indonesia.

Menteri Nusron menegaskan bahwa Politeknik Agraria STPN kini memegang peran strategis sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang fokus mengembangkan pendidikan terpadu di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Transformasi ini harus membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan. Kampus ini harus menjadi ruang lahirnya inovasi teknologi dan solusi konkret masalah pertanahan nasional,” ujar Nusron.

Saat ini, kementerian tengah mengawal penetapan statuta kampus di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi guna melengkapi legalitas organisasi.

Buka Tiga Program Studi Baru Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, menjelaskan bahwa alih status ini merupakan buah perjuangan panjang civitas academica sekaligus bentuk pemenuhan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2022.

Menandai babak baru tersebut, Politeknik Agraria STPN resmi membuka tiga program studi Sarjana Terapan (D4) baru yang telah mengantongi akreditasi BAN-PT. Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah.

Sri Yanti optimistis penambahan program studi baru ini akan memperkuat kapasitas lulusan agar siap menjawab tantangan teknis maupun manajerial dalam tata kelola agraria nasional. (Den)