TARAKAN — Nasib naas menimpa 15 warga asal Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat yang sempat terlantar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Mereka diduga menjadi korban penipuan ketenagakerjaan di Tanjung Selor, Bulungan, hingga akhirnya harus mengungsi sementara di shelter Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Tarakan.
Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, , mengungkapkan pihaknya menerima laporan darurat pada Jumat (7/8) siang. “Laporan masuk sekitar jam 11. Begitu tim turun, ternyata betul ada 15 jiwa yang kondisinya sangat prihatin dan kelaparan. Fokus utama kami saat itu menyelamatkan perut mereka dulu,” ujarnya.
Menurut Yonsep, para pekerja ini mengaku tertipu oleh oknum perusahaan di Bulungan. Kasus hukumnya kini sudah ditangani kepolisian. Sementara itu, BPBD bersama paguyuban Pakuwaja dan tokoh masyarakat setempat bergerak cepat menyuplai makanan darurat sebelum para korban digeser ke shelter Dinsos.
Meski jadwal pemulangan dengan kapal Pelni direncanakan Minggu (9/8), kendala biaya tiket dan konsumsi harian masih membayangi. “Ongkos mereka menipis. Pemkot punya keterbatasan anggaran jika harus menanggung penuh konsumsi setiap hari. Kami berharap ada kepedulian dari Paguyuban Jawa Barat di Tarakan untuk membantu,” tutur Yonsep.











