Kepala DSPM Kota Tarakan, Arbain, menambahkan penanganan dilakukan lintas instansi bersama Disperinaker. “Kami menyediakan shelter dan makanan agar mereka tidak terlunta-lunta di jalanan. Kondisi fisik mereka sehat, dan shelter sifatnya transit sementara sampai jadwal keberangkatan kapal,” jelasnya.
Fenomena warga terlantar akibat masalah pekerjaan bukan kali pertama terjadi di Tarakan. Sepanjang 2026, DSPM mencatat hampir 30 kasus serupa. “Mayoritas dipicu masalah pekerjaan. Namun tetap kami verifikasi ketat, karena ada juga yang mengaku terlantar padahal masih punya keluarga di Tarakan,” pungkas Arbain.(*)











