Berita Utama

Kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango Terbakar, Ratusan Petugas dan Relawan Dikerahkan

×

Kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango Terbakar, Ratusan Petugas dan Relawan Dikerahkan

Sebarkan artikel ini
Kawasan Kawah Wadon Gunung Gede Pangrango Terbakar

SUKABUMI — Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Setelah sebelumnya membakar area Alun-alun Barat Suryakencana, kobaran api kini melahap vegetasi semak belukar dan rerumputan di sekitar area Kawah Wadon.

Peristiwa tersebut pertama kali terdeteksi dari Pos Pemantauan Ciloto pada Jumat (7/8/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Titik api terpantau berada di dekat jalur pendakian Cibodas.

Relawan Panthera, Willy, mengonfirmasi bahwa hingga Minggu (9/8/2026), upaya pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Meski sejumlah titik api berhasil dikendalikan, petugas gabungan yang berpusat di Pos Kandang Badak masih mengawasi beberapa titik yang terus mengeluarkan kepulan asap.

“Proses pemadaman memakan waktu berjam-jam karena terkendala minimnya sumber air di sekitar Kawah Wadon, berbeda dengan lokasi kebakaran di Suryakencana sebelumnya,” ujar Willy pada Minggu (09/08).

Guna menjinakkan si jago merah, sekitar 100 personel gabungan yang terdiri dari petugas Balai Besar TNGGP, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta relawan diterjunkan ke lokasi.

Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menjelaskan bahwa pengerahan pasukan dibagi melalui beberapa jalur, yakni 28 relawan lewat jalur Puncak Sela dan 52 personel melalui jalur Cibodas.

Terkait pemicu kebakaran, Agus memastikan bahwa insiden ini diduga kuat akibat faktor alam, dipicu cuaca panas kemarau ekstrem serta karakteristik Kawah Wadon yang memiliki suhu tinggi. Pemantauan CCTV juga memperlihatkan tidak adanya aktivitas manusia di zona inti tersebut.

“Kawah Wadon merupakan zona inti yang tertutup untuk aktivitas wisata maupun pendakian. Hasil pemantauan awal mengindikasikan api dipicu murni oleh vegetasi yang mengering dan suhu panas. Kami juga memastikan tanaman edelweis aman dari kobaran api,” pungkas Agus. (Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *